Tokyo (SIB)- Sebuah kapal penangkap ikan tuna milik Jepang dilaporkan terbakar di Perairan Pasifik pada Minggu, 2 Maret 2014. Sebanyak tujuh kru kapal yang terdiri dari dua warga Jepang dan lima warga Indonesia dilaporkan menghilang. Dilansir dari stasiun berita Channel News Asia, Minggu (2/3/2014) kemarin, informasi ini dilaporkan oleh stasiun radio milik nelayan lokal kepada penjaga perbatasan pantai.Menurut stasiun radio itu, mereka tidak dapat mengontak kapal Kaisei Maru No. 8 setelah pukul 06:00 pagi pada Minggu kemarin. Penjaga perbatasan pantai lantas mengirimkan sebuah pesawat dan berhasil menemukan kapal itu terbakar di area 400 kilometer dari Perfektur Kochi. Api berwarna oranye dan asap hitam tebal terlihat menyembul. Stasiun berita Jepang, NHK menunjukkan rekaman potongan gambar kapal Kaisei Maru yang terbakar hebat. Berdasarkan informasi resmi dari akun resmi Facebook KBRI Tokyo, kelima warga Indonesia yang dilaporkan hilang yaitu Sugiarto (31 tahun), Slamet Wahyudi (31 tahun), Muhammad Yusuf (40 tahun), Hebert Simon Liunsanda (45 tahun) dan Yosan Safii (30 tahun). Perkembangan terakhir, setelah dilakukan pencarian, empat anak buah kapal berhasil ditemukan sekitar pukul 15:20 hari ini, Senin 3 Maret 2014. Mereka terdiri dari dua warga negara Jepang dan dua WNI. Kedua warga Jepang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Sementara satu WNI bernama Yosan Safii juga ditemukan petugas penyelamat telah meninggal. Satu WNI lainnya bernama Hebert Simon Liunsanda, ditemukan dalam keadaan hidup. Hebert kemudian dilarikan ke RS terdekat di daerah Kochi. Proses pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan tiga WNI lainnya. Kapal Kaisei-maru dilaporkan berangkat dari Pelabuhan Kochi pada 20 Februari 2014 kemarin dan direncanakan tiba di pelabuhan lainnya di Prefektur Wakayama pada Selasa esok. (CNA/vvn/h)