Beijing (SIB)- Seorang pejabat senior Partai Komunis China, Yu Zhengsheng, Senin (3/3) mengatakan pemerintah China akan meningkatkan pembangunan di daerah etnis minoritas dan memacu industrialisasi, sebagai pengakuan implisit bahwa kesulitan ekonomi menjadi penyebab dari beberapa kerusuhan di beberapa daerah, seperti Xinjiang.Pernyataan Yu tersebut disampaikan setelah China dirundung masalah terkait dengan serangan mematikan di sebuah stasiun kereta api yang diduga dilakukan para gerilyawan dari Xinjiang."Kami akan melakukan investigasi dan studi tentang cara-cara untuk meningkatkan distribusi industri di daerah etnis minoritas ... guna mempromosikan pembangunan yang lebih cepat dan memacu persatuan dan harmoni di daerah etnis minoritas," kata Yu dalam pertemuan yang diadakan di Great Hall of the People di Beijing.Lebih dari 100 orang, termasuk beberapa polisi, telah tewas dalam aksi kekerasan sejak April lalu di Xinjiang, sebuah wilayah di bagian barat China dengan populasi Muslim yang signifikan.Sekitar 33 orang lainnya tewas dalam serangan pada Sabtu di sebuah stasiun di barat daya kota Kunming.Media pemerintah China melaporkan pada Januari bahwa Presiden Xi Jinping mengalihkan fokus ke Xinjiang untuk menjaga stabilitas selama pembangunan, setelah tahun lalu terjadi serangkaian serangan yang menurut pemerintah China dipicu oleh para ekstremisme agama.Namun, media pemerintah bulan lalu juga mengatakan bahwa pemerintah tahun ini akan menambahkan dana sebesar lebih dari 10 miliar dolar AS untuk Xinjiang guna memperbaiki perumahan rakyat dan menambah lapangan pekerjaan.Xinjiang, yang merupakan rumah bagi warga Muslim Uighur dan terletak strategis di perbatasan Asia Tengah, telah dilanda aksi kekerasan selama bertahun-tahun, dimana pemerintah menjatuhkan tuduhan pada kelompok militan Islam dan separatis, yang ingin mendirikan negara independen yang disebut Turkestan Timur.Sementara itu, orang-orang yang dibuang dan kelompok hak asasi mengatakan bahwa penyebab kerusuhan sebenarnya adalah kebijakan tangan besi pemerintah China, termasuk pembatasan terhadap agama Islam serta budaya dan bahasa orang-orang Uighur. Namun, tuduhan itu sangat disangkal oleh pemerintah.Akan tetapi, pemerintah China mulai menyadari adanya faktor kesulitan ekonomi yang menjadi penyebab terjadinya beberapa pergolakan, terutama keterbelakangan dan kurangnya kesempatan kerja di daerah yang dihuni banyak warga Uighur, seperti pedesaan selatan Xinjiang. Oleh karena itu, pemerintah China telah menggelontorkan sejumlah uang untuk pembangunan dan menyelesaikan masalah di daerah tersebut.Yu menyampaikan kepada lebih dari 2.000 delegasi dalam pertemuan tersebut bahwa para pemimpin agama dan pengikutnya juga memiliki peran dalam pembangunan. "(Kami akan) mengajak pemimpin agama dan para pengikutnya untuk memainkan peran positif dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial," katanya.Presiden Xi meyakini China telah kehilangan kompas moral dan dia ingin partai Komunis menjadi lebih toleran terhadap agama tradisional dengan harapan hal itu akan membantu mengisi kekosongan dalam masyarakat China, yang disebabkan pertumbuhan tak terkendali dan keinginan terburu-buru untuk menjadi kaya. (Ant/q)