BANGKOK (SIB)- Pemerintah Thailand saat ini masih terus disibukkan dengan aksi protes anti-pemerintah. Namun muncul masalah baru yang menyebutkan pendukung Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra menyuarakan untuk memisahkan diri dari negaranya.PM Yingluck pun angkat suara terkait dugaan separatisme tersebut. Menurut Yingluck, dirinya tidak akan memberi peluang untuk tindakan separatisme, khususnya di wilayah utara. Guna mencegah isu tersebut berkembang, Yingluck pun memerintahkan petinggi Angkatan Darat Thailand Jenderal Prayuth Chan-Ocha untuk meringkus kelompok yang menyuarakan separatisme tersebut. Mereka akan mengambil tindakan hukum terhadap pecahan dari "Kaus Merah" yang menuntut ingin pisah.Selama ini, kelompok "Kaus Merah" dikenal sebagai pendukung dari Yingluck dan kakaknya, mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. "Saya ingin melihat Thailand tidak terpisah dan terus menjadi satu, termasuk tiga wilayah di selatan. Negosiasi saat ini terus dilakukan memecahkan masalah," ujar Yingluck, seperti dikutip The Bangkok Post, Senin (3/3/2014).Ketika ditanya apakah kelompok "Kaus Merah" diberi peringatan atas upayanya memecah persatuan, Yingluck hanya mengatakan, setiap pihak harus diutarakan untuk melanggar hukum. "Proses dan prosedur hukum akan diterapkan untuk mengatasi pelanggar hukum ini," lanjut Yingluck. Menyusul kondisi di Bangkok yang mulai pulih dari aksi protes, Yingluck mengaku tidak bisa menarik status darurat. Menurutnya, hal tersebut diputuskan dari pihak Biro Keamanan dan Kewaspadaan. (BangkokPost/okz/h)