BANGKOK (SIB)- Kondisi status darurat di Thailand kemungkinan besar masih akan diperpanjang. Pihak pemerintah menyatakan, status darurat masih akan berlangsung hingga protes anti-pemerintah berakhir secara keseluruhan. Menteri Luar Negeri Thailand Surapong Tovichakchaikul mengatakan, pihaknya mengkhawatirkan kekerasan masih akan terus berlanjut meskipun jumlah pengunjuk rasa menyusut. Protes sendiri sudah berlangsung hampir lima bulan.Tovichakchaikul pun menyoroti peran dari pemimpin protes, Suthep Thaugsuban. Menurutnya sosok Thaugsuban yang bisa mengakhiri insiden kekerasan yang terjadi selama protes berlangsung. "Jika Suthep terus melanjutkan protesnya dan insiden kekerasan makin sering terjadi, maka status darurat akan terus diterapkan hingga situasi membaik," tutur Tovichakchaikul, seperti dikutip Reuters, Selasa (4/3/2014). Sebelumnya, kelompok anti-Pemerintah Thailand dikabarkan siap untuk membubarkan diri dari aksi unjuk rasa yang berlangsung di Bangkok. Hal ini mengakhiri aksi pendudukan yang dilakukan oleh massa yang disebut "Kaus Kuning" tersebut.Dalam beberapa pekan terakhir, kehadiran para pengunjuk rasa makin menurun drastis. Selain itu, meningkatnya tembakan dan serangan granat yang diarahkan ke lokasi protes, membuat para pengunjuk rasa menarik diri dari aksi menentang Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.Para pengunjuk rasa sudah menduduki beberapa wilayah penting di Bangkok. Mereka membuat tenda di dekat lokasi perbelanjaan serta hotel mewah di Ibu Kota Thailand tersebut. Sebagian besar dari para pengunjuk rasa yang tetap bertahan, masih ingin melihat Perdana Menteri Yingluck Shinawatra lengser dari jabatannya. Terlebih lagi dengan adanya tuduhan korupsi beras yang diarahkan kepada Yingluck, membuat para pengunjuk rasa makin percaya diri dapat memenangkan aksi merekta. (Rtr/okz/w)