London (SIB)- Ajudan senior Perdana Menteri Inggris David Cameron yang sudah mengabdi selama puluhan tahun, mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri ini setelah ajudan senior ini ditangkap polisi atas kasus pornografi anak.Patrick Rock (62) ditangkap oleh petugas dari Badan Kriminal Nasional Inggris pada bulan lalu. Hal ini disampaikan oleh kantor PM Inggris, atau yang biasa disebut Downing Street. "Pada 12 Februari, malam hari, Downing Street pertama menyadari adanya potensi pelanggaran hukum terkait eksploitasi anak," ujar juru bicara Downing Street seperti dilansir AFP, Rabu (5/3). "Dengan segera itu dilaporkan kepada Badan Kriminal Nasional," imbuhnya.Pengunduran diri Rock ini diumumkan oleh kantor PM Inggris pada Senin (3/3) kemarin. "Patrick Rock ditangkap di rumahnya, pada 13 Februari dini hari, beberapa jam setelah Downing Street melaporkan kasus tersebut," ucap juru bicara Downing Street tersebut. "Perdana Menteri dengan segera diberitahu dan terus mendapatkan laporan perkembangannya," tambahnya. Tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai kasus yang menjerat Rock dan sejak kapan kasus ini terjadi."Investigasi kasus ini masih terus berlangsung, jadi tidak pantas jika kami berkomentar lebih lanjut, tapi Perdana Menteri meyakini bahwa eksploitasi anak adalah perbuatan menjijikkan dan bahwa setiap orang yang terlibat harus ditindak dengan tegas di bawah hukum," tegas juru bicara tersebut. Rock sendiri telah menjadi penasihat Partai Konservatif yang menaungi PM Cameron selama 30 tahun. Ironisnya, Rock juga ikut serta dalam penyusunan pedoman penyaringan konten pornografi di internet. Secara terpisah, rekan PM Cameron menuturkan kepada Daily Mail bahwa PM Cameron sangat terkejut dengan terungkapnya kasus ini. (Detikcom/ r)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.