China Tindak Tegas Pelaku Teror

- Kamis, 06 Maret 2014 13:48 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/03/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Beijing (SIB)- Perdana Menteri China Li Keqiang menegaskan pemerintahnya menyatakan perang terhadap berbagai aksi terorisme dan akan menindak tegas para pelaku teror."Kami  akan menindak tegas pelaku terorisme karena aksi mereka nyata-nyata menlanggar hukum dan martabat kemanusiaan," katanya, saat memberikan laporan kinerja pemerintah pada Sidang Umum Kongres Rakyat Nasional (semacam Dewan Perwakilan Rakyat) di Beijing, Rabu (5/3/2014).Li Keqiang mengatakan, pemerintah akan menjamin keamanan rakyat, dan terus mendorong serta membangun China yang damai.  Kekerasan terjadi di sebuah stasiun kereta api di Kota Kunming, Provinsi Yunnan, sebelah barat China, pada Sabtu (1/3). Serangan anggota militan Xinjiang terhadap orang-orang di stasiun hingga menewaskan 29 orang, dan menyebabkan 143 orang terluka.Media setempat melaporkan, serangan teroris itu dilakukan secara terorganisir dan terencana. Pihak berwenang juga mengatakan, lima tersangka ditembak mati namun identitas mereka belum dikonfirmasi.Presiden Xi Jinping telah mendesak penegak hukum untuk menyelidiki dan memecahkan kasus ini dan menghukum para teroris sesuai dengan hukum berlaku.Menurut polisi setempat, sekelompok orang membawa pedang menyerang Stasiun Kereta Api Kunming di Ibu Kota Provinsi Yunnan barat daya China sekitar pukul 09.00 waktu setempat, hingga menyebabkan kematian dan luka-luka.Untuk menghormati dan mendoakan para korban dan keluarga korban dalam pembukaan sidang umum yang dihadiri sekitar 3.000 itu, dilakukan doa bersama selama beberapa menit.Aksi TerorInsiden penikaman membabi buta yang terjadi di Stasiun Kunming, China pada Minggu, 2 Maret 2014 lalu, diakui sebagai ulah teror oleh Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, China menuduh pihak separatis yang melakukan tindakan ini.Pihak China menyalahkan kelompok separatis dari Xinjiang berada di balik penikaman yang menewaskan 29 orang tersebut. Wilayah Xinjiang selama ini diwarnai pergolakan di mana etnis Uighur ingin melepaskan diri dari China, karena selalu mengalami diskriminasi.Pihak Kementerian Luar Negeri AS menegaskan bahwa kejadian mengerikan tersebut adalah tindakan terorisme. "Kekerasan yang terjadi di Kunming adalah tindakan teroris yang menyerang warga secara acak," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Jen Psaki, seperti dikutip Xinhua, Rabu (5/3).Ini mementahkan keluhan China yang menilai pihak Barat melakukan bias dalam penilaian aksi teror. Selain menewaskan 29 orang, insiden ini juga melukai 143 warga lainnya. Pihak berwenang menangkap tiga orang pelaku serangan tersebut dan menembak mati empat orang pelaku lainnya, total ada delapan orang yang dinyatakan sebagai tersangka. Laporan dari Kantor Berita Xinhua tidak menunjukan asal etnis dari kedelapan tersangka. Selain itu tidak disebutkan pula identifikasi tiga tersangka yang berhasil di tangkap. (Xinhua/okz)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Anak Wisatawan Asal Indonesia Tewas Tertabrak Mobil di Chinatown Singapura

Luar Negeri

China Kurangi Babi Putih Impor, Babi Hitam Lokal Kian Diminati

Luar Negeri

Dua Jenderal Tertinggi China Dicopot, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir dan Rencana Kudeta

Luar Negeri

Imigrasi Amankan 26 WNA China Terkait Penyerangan Aparat TNI di Ketapang

Luar Negeri

Tim Mabes TNI Datangi Lokasi WNA China di Ketapang Usai Penyerangan Prajurit

Luar Negeri

Tim Mabes TNI Datangi Permukiman WN China di Ketapang Usai Penyerangan Prajurit Yonzipur 6