Qatar Dukung Ikhwanul Muslimin

- Jumat, 07 Maret 2014 12:28 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/03/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Qatar (SIB)- Tiga negara Teluk, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain menarik duta besar mereka dari Qatar pada Rabu (5/3/2014). Langkah tersebut dilakukan menyusul perselisihan soal dukungan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) terhadap organisasi oposisi di Timur Tengah.Diberitakan Reuters, tiga negara tersebut menganggap Qatar telah melanggar perjanjian GCC yang ditandatangani 23 November tahun lalu untuk tidak mendukung "siapapun yang mengancam keamanan dan stabilitas GCC, baik kelompok atau individu, melalui bantuan keamanan langsung atau pengaruh politik, dan tidak mendukung media yang tidak bersahabat."Qatar dianggap melanggar perjanjian itu karena telah mendukung Ikhwanul Muslimin di Mesir. Salah satu ideologi IM adalah menentang prinsip kepemimpinan dinasti yang banyak dianut negara Teluk.Selain itu, Qatar dianggap ikut campur masalah di Mesir dengan menampung ulama IM Yusuf Qaradawi dan memberikannya jatah ceramah di stasiun televisi Al-Jazeera. Tiga wartawan Al Jazeera sendiri saat ini dipenjara di Mesir karena dituduh membantu IM yang disebut oleh pemerintah Mesir sebagai "teroris". Sebelumnya, Saudi dan negara Teluk lainnya, beserta pemerintah Mesir mengeluhkan Al Jazeera yang memihak IM dalam  pemberitaanya.Pemerintah Qatar mengaku terkejut dan menyesalkan keputusan tiga negara Teluk tersebut. Namun Doha mengatakan tidak akan menarik utusan mereka di Saudi, Bahrain dan UAE dan tetap berkomitmen pada stabilitas dan keamanan GCC.Kuwait dan Oman tidak ikut menarik perwakilan mereka dari Qatar. Oman tidak berkomentar sementara ketua parlemen Kuwait Marzouq al-Ghanim mengaku prihatin atas keputusan tersebut. Perpecahan di tubuh GCC ini tidak ayal akan mengganggu investasi miliaran dolar di Teluk. Walaupun produksi minyak Qatar masih akan terus berjalan, namun perkembangan investasi dan dagang di negara itu akan melambat seiring menarik dirinya Saudi, Bahrain dan UAE. (Rtr/vvn/c)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Kemenkum Sumut Lantik 8 Pejabat Fungsional

Luar Negeri

Pererat Koordinasi Antar Instansi Kakanwil Kemenkum Sumut Sambangi Kapolda dan Kajati Sumut

Luar Negeri

Bayu Muslimin Voli Club Raih Prestasi di Naga Dolok

Luar Negeri

Wakapolri dan Wali Kota Medan Resmikan Masjid Al Muslimin

Luar Negeri

PP Baitul Muslimin Indonesia Sembelih Hewan Kurban

Luar Negeri

Ratusan Kaum Muslimin Hadiri Doa Bersama Tanda Syukur 72 Tahun Indonesia Merdeka