Venezuela Usir Dubes Panama

- Sabtu, 08 Maret 2014 12:22 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/03/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Panama City (SIB)- Pemerintah Venezuela memerintahkan duta besar Panama dan tiga diplomat lain di misi untuk meninggalkan negara dalam waktu 48 jam, kata seorang pejabat Panama Kamis, sehari setelah Caracas memutuskan hubungan dengan Panama City."Kami menerima surat dari kementerian luar negeri Venezuela yang dikirim ke kedutaan kami, di dalamnya dinyatakan empat diplomat yang bekerja di kedutaan kami sebagai persona non grata," kata Wakil Menteri Luar Negeri Panama Mayra Arosemena kepada wartawan.Para diplomat itu adalah Duta Besar Pedro Pereira, Kuasa Usaha Jaime Serrano dan dan dua pejabat kedutaan lainnya. "Kami telah mengingatkan staf kami hari ini dan mereka kembali (ke Panama) besok," kata Arosemena.Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, Rabu mengumumkan bahwa ia memutus hubungan diplomatik dengan Panama setelah negara itu mengadakan pertemuan negara-negara Amerika Utara dan Amerika Latin selama beberapa pekan protes, terkadang dengan kekerasan di Caracas. Maduro juga mengatakan ia membekukan semua hubungan perdagangan dan ekonomi dengan negara-negara Amerika Tengah."Tak seorang pun akan bersekongkol dengan impunitas untuk mengupayakan intervensi terhadap tanah air kami. Cukup!" kata Maduro setelah Panama meminta pertemuan pribadi Organisasi yang berbasis di Washington, Amerika Serikat, yang akan diadakan untuk mencari solusi guna menyelesaikan ketegangan di Venezuela.Sedikitnya 20 orang tewas dalam protes anti-pemerintah di Venezuela sejak protes pertama kali meletus pada 4 Februari. Hampir 300 orang terluka dan terdapat puluhan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia. Arosemena mengatakan bahwa meskipun ada tindakan Venezuela terhadap para diplomat, namun Panama "telah berniat untuk menjaga hubungan terbaik dengan Venezuela." (Ant/AFP/w)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

AS Sita Kapal Tanker Minyak Rusia di Atlantik Utara Usai Pengejaran, Picu Ketegangan dengan Moskow

Luar Negeri

AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Luar Negeri

AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Luar Negeri

AS Tetapkan Presiden Venezuela Sebagai Anggota Teroris

Luar Negeri

Lawan Perintah Hakim, Trump Deportasi 200 Tersangka Geng Venezuela

Luar Negeri

Rakyat Venezuela Turun ke Jalan Tolak Kemenangan Maduro