Sanaa (SIB)- Setidak-tidaknya 30 orang tewas dalam dua hari bentrokan kelompok Syiah dengan suku Salafi Sunni di Al-Jawf, kata gubernur provinsi Yaman baratlaut itu, sementara kekacauan dua tahun melanda setelah unjuk rasa besar menggulingkan pemimpin negara tersebut.Petempur Muthi Syiah, sedang berusaha memperkuat kekuasaan di utara, satu dari tantangan dihadapi pemerintah sementara, yang juga memerangi kelompok pemberontak selatan, gerilyawan yang punya hubungan dengan Alqaeda dan krisis ekonomi.Posisi yang strategis dekat dengan Arab Saudi yang eksportir minyak penting dan jalur pelayaran utama, situasi keamanan Yaman diawasi dengan ketat oleh negara-negara Arab Teluk dan Washington."Komisi kepresidean turun tangan untuk menghentikan pertempuran itu setelah banyak korban di kedua pihak yang mencapai 30 orang dan puluhan lainnya cedera," kaya gubernur Al-Jawf Mohammed bin Aboud kepada satu jaringan televisi lokal di Yaman.Ia mengatakan satu perjanjian telah dicapai untuk menghentikan bentrokan-bentrokan antara kedua pihak dibawah pengawasan Komisi itu.Kelompok Muthi, yang menguasai sebagian Provinsi Saada Yaman utara yang berbatasan dengan Arab Saudi dan dekat dengan al-Jawf, sedang berusaha merebut kota Dammaj dari kelompok Salafi yang bersekutu dengan suku Al-Ahmar. Mouthi mengatakan Salafi mengrekrut para petempur asing untu memerangi mereka, satu tuduhan yang mereka bantah.Pertempuran di utara meningkat pada Oktober dan sejak itu perang teruss berkobar. Bulan lalu setidaknya 13 orang tewas ketika para petempur Huthi telibat baku tembak dengan pasukan keamanan di Yaman utara.Yaman yang sekutu Amerika Serikat sedang berjuang untuk menstabilkan negara itu yang adalah pangkalan salah satu dari cabang-cabang paling aktif Al Qaeda. (Ant/Rtr/f)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.