PM Al-Maliki Tuduh Arab Saudi-Qatar Umumkan "Perang Melawan Irak"

* Bom Bunuh Diri di Irak Tewaskan 32 Orang
- Senin, 10 Maret 2014 11:33 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/03/hariansib_PM-Al-Maliki-Tuduh-Arab-Saudi-Qatar-Umumkan---Perang-Melawan-Irak--.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Sib/AP Photo/Str
PERIKSA: Pasukan keamanan dan petugas sipil memeriksa lokasi ledakan bom di Hillah, sekitar 95 km selatan Baghdad, Minggu (9/3), yang menewaskan 32 orang dan 147 terluka.
Baghdad (SIB)- Arab Saudi dan Qatar telah mengumumkan "perang melawan Irak", sebab mereka menyediakan dukungan "tanpa batas" buat kelompok gerilyawan di negara yang dicabik perang itu, kata Perdana Menteri Irak Nuri Al-Maliki.Kedua negara kerajaan di Teluk tersebut "menyerang Irak melalui Suriah dan secara langsung. Mereka melancarkan perang melawan Irak seperti mereka mengobarkan perang melawan Suriah," kata Al-Maliki di dalam satu wawancara yang disiarkan stasiun televisi Prancis 24, Sabtu (8/3/2014)."Saya menuduh mereka menghasut dan mendorong gerakan pelaku teror; saya menuduh mereka mendukung gerilyawan secara politik dan di media, (dan) mendukung mereka dengan uang serta untuk membeli senjata," kata Al-Maliki. Terjemahan pernyataan Al-Maliki dalam bahasa Inggris disediakan oleh saluran TV itu."Dan saya menuduh mereka memelopori perang terbuka melawan Pemerintah Irak; Saya menuduh mereka menampung para pemimpin Al-Qaida," katanya. Al-Maliki menyatakan krisis keamanan, teror dan sektarian di Irak "terutama terjadi karena kedua negara itu".Perdana Menteri Irak tersebut juga mengecam sikap Arab Saudi mendukung aksi teror di seluruh dunia --di Suriah, Irak, Mesir, Libya dan bahkan di negara di luar dunia Arab, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad siang.Al-Maliki memperingatkan Arab Saudi dan Qatar agar "berhati-hati sebab dukungan buat teror akan berbalik menyerang kalian" dan berharap kedua negara itu akan mengubah pendirian mereka. Namun ia mengesampingkan kemungkinan pembalasan terhadap Arab Saudi dan Qatar. Ia mengatakan, "Kami dapat membalas tapi kami tak ingin melakukan itu sebab ini akan mengobarkan api di wilayah ini." "Kami menyeru dunia agar menekan kedua negara tersebut, sehingga mereka berhenti mendukung teror; kami berharap mereka mengubah kebijakan mereka," kata Al-Maliki.Pernyataan itu dikeluarkan Al-Maliki saat Irak menghadapi kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa kerusuhan yang meningkat tersebut dapat menjerumuskan negeri itu ke dalam kerusuhan sektarian yang tak terkendali.Seorang pembom bunuh diri mengendarai minibus dikemas dengan bahan peledak menewaskan sedikitnya 32 orang dan 147 terluka, Minggu (9/3) di kota Irak selatan Hilla. Penyerang mendekati sebuah pos pemeriksaan utama di utara pintu masuk ke kota sebagian besar berpenduduk Muslim Syiah dan meledakkan minibus itu, kata seorang polisi dengan syarat tak disebutkan jatidirinya.Setidaknya 50 mobil dibakar dengan penumpang terjebak di dalam dan bagian dari kompleks pos pemeriksaan yang hancur itu, kata petugas. Belum diketahui siapa yang berada di balik serangan tersebut, namun pemboman bunuh diri adalah merek dagang dari kelompok yang berafiliasi Al Qaeda."Saya sedang duduk di dalam kios ketika tiba-tiba ledakan mengerikan itu melemparkan saya ke luar dan melemparkan bahan makanan saya ke udara. Saya melihat mobil dibakar  dengan orang-orang terbakar di dalam," kata Abu Nawar, pemilik kios darurat yang terbuat dari daun pohon palem dekat pos pemeriksaan.Polisi menggunakan alat potong untuk membelah dalam kendaraan yang terbakar dan mengangkati tubuh-tubuh yang hangus, kata polisi, dan menambahkan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat. "Ketika polisi mencurigai minibus, ia meminta sopir untuk menepi untuk pemeriksaan, namun kendaraan itu meledak," kata petugas kepolisian.Pemboman dan serangan lain menewaskan hampir 8.000 warga sipil pada 2013, periode terburuk bagi negara sejak tahun 2008. Negara Islam Irak dan Mediterania telah berada di balik banyak pemboman. Pemerintah Irak memerangi kelompok gerilyawan Islam di provinsi barat Anbar, di mana kelompok menguasai wilayah di kota-kota Fallujah dan Ramadi. (ant/Rtr/w)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

KPK Lacak Jejak Transaksi ANS Kosasih dan Bos Insight dalam Kasus Taspen

Luar Negeri

Waspada ! 19 Persen Populasi Indonesia Akan Diisi Lansia pada 2045

Luar Negeri

Palestina Anugerahi Penghargaan Tertinggi kepada Jokowi

Luar Negeri

Ijeck Bertemu Menteri Pendidikan dan Luar Negeri Singapura

Luar Negeri

Bertemu Menteri Singapura, Bobby Nasution Tawarkan Investasi di Kota Medan

Luar Negeri

Antisipasi Dampak Corona, KNPI Batubara Salurkan Bantuan Beras