Putra Menteri Irak Tutup Bandara Baghdad

- Selasa, 11 Maret 2014 17:02 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/03/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Baghdad (SIB)- Sebuah pesawat komersial diperintahkan kembali ke Beirut karena seorang putra menteri transportasi Irak ketinggalan pesawat. Al Jazeera melaporkan Jumat (6/3) peristiwa mirip Bupati NTT Marianus Sae itu dilakukan oleh Mahdi al-Amiri. Putra menteri transportasi Irak ini, tak ditemukan di ruang kelas bisnis saat pesawat Middle East Airlines (MEA) yang ditumpanginya hampir berangkat.‘’Keberangkatannya kami tunda 6 menit kami mencari Mahdi,’’ tutur Marwan Salha, salah satu pejabat MEA. Setelah memanggil Mahdi dan mengeluarkan pengumuman, MEA pun lepas landas meninggalkan Mahdi, putra Hadi al-Amiri, Menteri Transportasi Irak.Mahdi yang tiba di pintu gerbang pun naik pitam dan mengancam, ‘’Saya tidak izinkan pesawat itu mendarat di Baghdad,’’ katanya. Sekitar 20 menit kemudian manajer Bandara Baghdad menelepon MEA dan memberitakan bahwa pesawatnya tidak diperkenankan mendarat. Karena tak mendapat izin, pesawat MEA pun terbang kembali ke Beirut dan penumpang lain diminta turun dan ditunda keberangkatannya hingga keesokan harinya.Tidak ada komentar dari Menteri Hadi al-Amiri, yang juga menjabat sebagai Kepala Organisasi Badr, salah satu kelompok bersenjata dan sahabat PM Irak Nouri al-Maliki. Kementerian transportasi Irak membantah penundaan itu karena menunggu ‘Putra Pak Menteri’. ‘’Ada operasi pembersihan di bandara dan semua pesawat dilarang mendarat setelah pukul 9.00 pagi,’’ tutur Karim al-Nuri pejabat humas departemen transportasi Irak.Satu sumber di Bandara Baghdad mengungkap, hari itu lalu lintas udara hari itu lancar saja, dan 30 pesawat mendarat seperti biasa. Kecuali satu pesawat dari Beirut yang terpaksa balik menjemput anak pak menteri. ‘’Nepotisme seperti itu benar-benar mengganggu,’’ kata Marwan Salha sambil berharap kasus itu tak terjadi lagi. (AlJazeera/kps/f)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Kurdistan Fashion Week, Bangkitnya Irak dari Keterpurukan

Luar Negeri

Laporan PBB: 30.000 Militan ISIS Masih Berada di Irak dan Suriah

Luar Negeri

Ulama Irak: RI Bisa Jadi Model, Saya Merasa Damai dan Aman di Sini

Luar Negeri

Setahun Bebas dari ISIS, Pengemis Anak Penuhi Jalanan Mosul di Irak

Luar Negeri

Kuburan Massal Berisi Puluhan Jasad Ditemukan di Kirkuk Irak

Luar Negeri

Pasukan ISIS Berperang di Irak dan Suriah dengan Senjata Buatan Eropa