Cegah Penggunaan Paspor Palsu, Thailand Berencana Buat Database

- Rabu, 12 Maret 2014 18:58 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/03/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Kuala Lumpur (SIB)- Pemerintah Thailand mewacanakan dibuatnya database laporan paspor hilang. Hal ini terkait penggunaan paspor atas nama Luigi Maraldi (WN Italia) dan Christian Kozel (WN Austria) oleh dua penumpang Malaysia Airlines MH 370."Saya akan mengusulkan ide ini untuk membuat database paspor hilang ke pemimpin Royal Thai Police Jenderal Adul Saengsingkaew," kata Menteri Luar Negeri Thailand Surapong Tovichakchaikul seperti yang dikutip dari thestar.com.my, Selasa (11/3/2014).Database itu direncanakan untuk memfasilitasi pelaporan paspor yang hilang atau dicuri sehingga dapat digunakan interpol untuk penyelidikan terkait. "Ini akan memungkinkan interpol untuk menyelidiki paspor hilang di Thailand," ujar Surapong.Thailand menjadi sorotan di tengah upaya pencarian pesawat Boeing 777-200 yang hilang di perairan Laut China Selatan tersebut. Hal ini karena dua penumpang pesawat itu menggunakan paspor yang dilaporkan hilang dan diduga terkait jaringan pencurian paspor.Surapong berharap, penggunaan paspor oleh dua orang yang terekam CCTV Bandara Kuala Lumpur itu tak berdampak buruk terhadap pariwisata setempat. Belum lagi diberitakan, pengguna paspor curian itu membeli tiket penerbangan dari objek wisata terkenal dari Thailand, yaitu Pattaya."Masyarakat harus terlebih dahulu menunggu hasil investigasi sebelum berspekulasi soal terorisme," ujar Surapong. Surapong juga menyatakan pemerintah Thailand siap memberikan dukungan dan bantuan untuk menemukan pesawat yang telah hilang lebih dari 72 jam itu.Kepolisian Thailand meragukan adanya keterlibatan terorisme dalam insiden hilang pesawat Malaysia Airlines MH370. Dua pria misterius yang menggunakan paspor curian diyakini tidak terkait terorisme, melainkan diduga sebagai pencari suaka. "Kami belum mengesampingkan dugaan tersebut, tapi bukti yang ada semakin menjauhkan dari dugaan bahwa pria-pria ini sedang atau pernah terlibat terorisme," ujar Kepala Kepolisian Pattaya, Supachai Puikaewcome.Menurut Supachai, dua tiket pesawat yang digunakan dua pria misterius tersebut merupakan tiket rute Beijing ke Eropa termurah sehingga cukup aneh jika dikaitkan dengan terorisme. Meskipun dua pria misterius tersebut diketahui berkewarganegaraan Iran."Menilai dari tiket yang dibeli, jika memang terorisme mereka tentu lebih spesifik pada rute dan maskapai apa yang mereka gunakan. Namun sebaliknya, mereka meminta tiket yang paling murah dan tidak merinci pada rute ataupun maskapainya," imbuhnya.Supachai menambahkan, pihak kepolisian berharap untuk bisa menginterogasi salah satu pria Iran yang membayar dua tiket tersebut secara lunas. Supachai mengidentifikasinya sebagai Hasem dan dia diyakini berada di Pattaya.Sedangkan pria Iran yang yang sempat membooking tiket via telepon dengan sebuah agen perjalanan di Pattaya diyakini kini berada di Iran. Pria itu yang disebut-sebut bernama Kazem Ali. "Kami melihat ke semua sudut pandang, termasuk kemungkinan bahwa pria-pria ini terlibat praktik penyelundupan manusia mengingat hubungan Mr Ali dengan agen travel dan juga tiket yang dibooking sebelumnya, sangat mungkin bagi pria-pria berkebangsaan Iran tersebut," tandasnya.Sementara pihak kepolisian Malaysia memfokuskan penyelidikannya pada empat isu yaitu pembajakan, sabotase, masalah psikologi dan personal penumpang maupun kru pesawat terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 setelah lepas landas dari lapangan terbang internasional Kuala Lumpur (KLIA) tujuan Beijing, China, pada Sabtu dinihari (8/3)."Pemeriksaan polisi terkait pesawat MH370 yang hilang terfokus pada empat hal tersebut," kata Kepala Polisi Malaysia, Tan Sri Khalid Abu Bakar dalam keterangan pers di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (11/3). Dijelaskannya, semua data penumpang sudah diperiksa termasuk latar belakang penumpang dan foto 153 penumpang asal China, rekaman video di KLIA, dan pertukaran data intelejen.Mengenai kesalahan teknis dan pilot, Khalid mengatakan hal itu tidak masuk dalam area pihak kepolisian tapi itu wilayah kerja penyelidikan badan lain. Sementara itu, terkait dengan penggunaan paspor palsu telah dapat diidentifikasikan. (Detikcom)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Belawan Laksanakan Pengamanan Ziarah Kubur

Luar Negeri

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Belawan Laksanakan Pengamanan Ziarah Kubur

Luar Negeri

Kejari Labuhanbatu Gelar Penerangan Hukum di Marbau, Fokus Pencegahan Korupsi Aparatur Desa

Luar Negeri

Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sumut di Musda Diperkirakan Secara Aklamasi

Luar Negeri

Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo Tanam Pohon Aren Cegah Longsor di Taput

Luar Negeri

Polrestabes Medan Intensifkan KRYD untuk Cegah Kejahatan 3C