Seoul (SIB)- Korea Utara mengancam akan memperlihatkan kekuatan nuklirnya melalui langkah yang dikatakan para analis bisa menunjukkan bahwa rezim itu sedang bersiap-siap melakukan uji coba atom keempat kalinya di tengah perundingan soal perlucutan senjata nuklir yang telah lama mengalami kebuntuan. Komisi Pertahanan Nasional berkuasa (NDC), yang dipimpin oleh pemimpin Korut Kim Jong-Un, mengatakan hari Jumat bahwa Korut akan meneruskan upaya-upaya "untuk meningkatkan ancaman nuklirnya untuk mempertahankan diri". "Dan langkah-langkah tambahan akan diambil untuk memperlihatkan satu demi satu kekuatan selama ancaman nuklir dan pemerasan yang dilakukan Amerika Serikat terus berlangsung hingga kini," tambahnya dalam pernyataan yang dimuat oleh media pemerintah Pyongyang.Korea Utara dan sekutu utamanya, China, menginginkan agar perundingan enam pihak soal program senjata nuklir Korut dimulai kembali, namun baik Washington maupun Seoul sama-sama bersikeras bahwa Pyongyang harus terlebih dahulu menunjukkan sejumlah komitmen nyata untuk meninggalkan senjata nuklir. "AS sebaiknya menarik kebijakannya yang penuh permusuhan terhadap DPRK (Korea Utara) sesegera mungkin dan membangun kebijakan baru yang realistis sebelum terlambat," tambah pernyataan NDC itu.Pada bulan Maret tahun lalu, militer Korea Utara menempatkan unit-unit roket "strategis"nya pada posisi perang dan mengancam akan menghantam target-target di tanah daratan AS, Hawaii dan Guam, demikian juga terhadap Korea Selatan saat ketegangan meningkat.Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 16 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.