Pyongyang (SIB)- Militer Korea Utara (Korut) melakukan uji coba rudal besar-besaran pada Minggu (16/3) kemarin. Total ada 25 rudal yang ditembakkan oleh Korut dan kemudian jatuh ke laut. Juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) menuturkan bahwa rudal tersebut ditembakkan dari pantai timur Korut dan mengudara sejauh 70 kilometer di atas Laut Jepang. Demikian seperti dilansir AFP, Senin (17/3/2014). Menurut Kementerian Pertahanan Korsel, sebanyak 10 rudal ditembakkan pada Minggu (16/3) pukul 18.20 waktu setempat. Kemudian sekitar 8 rudal lainnya ditembakkan pukul 20.03 waktu setempat. Terakhir, sebanyak 7 rudal lainnya ditembakkan pukul 21.30 waktu setempat.Aksi Korut ini dilakukan bersamaan dengan latihan militer gabungan antara Korsel dan Amerika Serikat. Uji coba semacam ini biasa digunakan Korut untuk mengecam latihan gabungan yang disebutnya sebagai latihan untuk invasi ke wilayah Korut.Namun baik Korsel maupun Washington menyatakan bahwa latihan tersebut hanyalah untuk tujuan pertahanan. "Kami mendorong Korut untuk menghentikan aktivitas provokatifnya yang hanya akan meningkatkan ketegangan militer di perbatasan," ucap juru bicara tersebut. Menanggapi pernyataan ini, pihak Korut membela diri dengan menyebut uji coba rudal tersebut hanya untuk latihan pertahanan. Korsel Desak Korut Hentikan Uji Coba RudalPemerintah Korea Selatan, Senin (17/3), mendesak agar Korea Utara menghentikan uji coba roket dan rudal yang dinilai sebagai sebuah tindakan provokatif. Seruan itu disampaikan Seoul sehari setelah Korea Utara melakukan uji coba dengan menembakkan 26 proyektil roket dan misil ke Laut Jepang. "(Korea) Utara harus menghentikan aksi yang bisa menyebabkan ketegangan militer dan mengkhawatirkan tetangganya," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Korea Selatan. "Aksi provokatif yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya itu bisa membahayakan kapal-kapal laut dan pesawat udara yang melintas di kawasan itu," tambah Kemenhan Korea Selatan.Awal bulan ini, Beijing menyampaikan keprihatinannya setelah uji coba misil Korea Utara melewati jalur yang dilintasi pesawat penumpang China. Kemenhan Korea Selatan menambahkan, negeri itu mengawasi pergerakan pasukan Korea Utara dengan ketat dan mengatakan terdapat kemungkinan negeri komunis itu akan meluncurkan lebih banyak roket. Lebih jauh disampaikan dalam pergerakan pasukan Korea Utara itu terlihat sejumlah versi lama roket Frog buatan Rusia.Penembakan puluhan roket itu diduga kuat terkait latihan militer tahunan yang digelar AS dan Korea Utara sejak akhir Februari lalu dan baru akan berakhir pada pertengahan April. Korea Utara, seperti biasa, mengecam latihan militer gabungan itu dan menuding latihan itu sebagai persiapan invasi ke wilayah Utara.Pasukan Komando AL AS Kuasai Tanker Berbendera KorutPasukan Komando Angkatan Laut (AL) AS berhasil menguasai kapal tanker berbendera Korea Utara "Morning Glory". Kapal itu mengangkut minyak mentah dari pelabuhan yang dikuasai pemberontak Libya di kawasan timur negeri itu. Catatan Bangkok Post pada Senin (17/3) menunjukkan bahwa Pentagon yang memberikan informasi soal langkah pasukan komando itu. "Tak ada yang terluka dalam penyergapan dan penguasaan kapal tanker itu," kata Pentagon.Pihak Pentagon juga mengatakan bahwa permintaan untuk menguasai kapal itu datang dari Pemerintah Libya dan Siprus. Kapal tanker yang status "tak bernegara" itu dibajak awal bulan ini oleh tiga orang bersenjata pemberontak Libya. "Kami menguasai penuh tanker itu sekarang," kata Sekretaris Media Massa Pentagon Laksamana Muda John Kirby. (AFP/dtc/kps/w)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.