Mahasiswa Masih Duduki Parlemen Taiwan

- Jumat, 21 Maret 2014 12:52 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/03/hariansib_Mahasiswa-Masih-Duduki-Parlemen-Taiwan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Sib/ap photo
TIDURAN : Mahasiswa tampak tiduran dan duduk-duduk di lantai ruangan gedung parlemen Taiwan. Mahasiswa yang menentang kesepakatan perdagangan dengan China tersebut masih menduduki parlemen Taiwan hingga Kamis (20/3).
TAIPEI (SIB)- Sekitar seribu mahasiswa masih menduduki parlemen Taiwan untuk memprotes cara partai penguasa menangani kesepakatan perdagangan dengan China, yang menjadi isu politik terhangat di Taiwan saat ini. Berbekal kantung tidur dan persediaan makanan, mahasiswa memecahkan pintu kaca untuk memasuki aula utama Gedung Legislatif Yuan, pada Selasa (18/3) malam. Mahasiswa lantas memblokir jalur masuk dengan kursi. Polisi yang dilengkapi tameng anti-huru-hara dikerahkan ke lokasi kejadian, namun gagal membubarkan massa setelah tiga kali mencoba. Ratusan pendemo lainnya berkumpul di luar bangunan di pusat Taipei tersebut.Mahasiswa mengatakan berencana bertahan di gedung parlemen Taiwan sampai hari Jumat. Di hari tersebut, parlemen dijadwalkan berkumpul dalam sesi mingguan guna membahas kesepakatan perdagangan. Jika tidak, mahasiswa akan bertahan sampai Presiden Ma Ying-jeou dan partainya, Kuomintang, setuju meninjau kembali pakta tersebut.Pakta perdagangan tersebut ditandatangani tahun lalu di Shanghai dengan maksud membebaskan arus investasi lintas Selat Taiwan. Kesepakatan tersebut dipandang sebagai prestasi bagi kepemimpinan Ma. Kebijakannya selama ini adalah memupuk kerja sama ekonomi yang lebih erat antara Cina dan Taiwan. Kedua negara sempat bermusuhan dalam perang saudara Cina yang berlangsung selama puluhan tahun. Meski demikian, kesepakatan tersebut dikritik publik. Rakyat khawatir, ekonomi Taiwan yang inovatif dan bergairah akan melemah lantaran banyak perusahaan dan investasi yang lari ke Cina. Penentang pakta juga cemas Taiwan akan terlalu bergantung pada Cina, sehingga menggembosi sistem demokrasi di Taiwan.Sejumlah negosiasi antara Kuomintang dan Partai Progresif Demokrasi (DPP) soal peninjauan ulang pakta dalam enam bulan terakhir berakhir buntu. Sebagai kompromi, kedua partai sepakat meninjau persetujuan tersebut per baris ketimbang secara menyeluruh. Meski demikian, Kuomintang meloloskan pakta tersebut lewat peninjauan ulang oleh sebuah komisi legislatif tanpa melalui debat satu pun, Senin kemarin. “Pakta perdagangan ini akan berdampak besar dan permanen bagi industri, keamanan nasional, dan mata pencaharian warga Taiwan. Namun publik tidak diizinkan berpartisipasi penuh dalam proses peninjauan ulang. Jika Kuomintang adalah partai yang taat hukum, kenapa mereka mengabaikan janjinya untuk meninjau pakta per baris?” kata Chen Wei-ting, salah satu pemimpin mahasiswa.Juru bicara Kuomintang, Lin Hung-chih, melontarkan pernyataan tegas. Ia menganggap aksi mahasiswa tersebut illegal. Katanya, “sama sekali tidak ada ruang negosiasi” terkait konten pakta perdagangan dengan Cina. Ia juga menandaskan tidak akan ada kompromi saat pakta itu akan dibicarakan dalam sesi parlemen Jumat nanti. (WSJ/w)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Aksi GPR Desak Polda Sumatera Utara Tertibkan Dugaan Prostitusi di Hotel Jalan Nibung Medan

Luar Negeri

Sampaikan Evaluasi, Cipayung Plus Sumut Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor Wali Kota Medan

Luar Negeri

Puluhan Mahasiswa Desak Gubernur Sumut Robohkan THM Bluenight, Diduga Jadi Sarang Narkoba

Luar Negeri

Terekam CCTV, Pria 'Berperawakan Ninja' Gasak 2 Sepeda Motor Sekaligus di Padang Bulan

Luar Negeri

Motor Mahasiswa Raib di Kos Medan Selayang, Aksi Terekam CCTV

Luar Negeri

Didemo Mahasiswa, DLH Deliserdang Terbitkan SPT ke Tiga Perusahaan Diduga Cemari Lingkungan