Demonstran di Venezuela Terus Berlanjut

Dua Wali Kota Oposisi Ditahan

- Sabtu, 22 Maret 2014 12:13 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/03/hariansib_Dua-Wali-Kota-Oposisi-Ditahan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/ AP Photo/Esteban Felix
Demonstran anti-pemerintah berhamburan mengindari gas air mata yang ditembakkan polisi saat pecahnya bentrokan di Central University of Venezuela, Kamis (20/3), menentang penahanan dua wali kota oposisi.
Karakas (SIB)- Para demonstran terlibat bentrokan dengan polisi anti-huru hara di Karakas, Kamis setelah satu unjuk rasa menentang penahanan dua wali kota oposisi, tidak menghentikan aksi kekerasan dalam protes-protes yang melanda Venezuela.Sekitar 3.000 orang melakukan unjuk rasa terhadap pemerintah sosialis Presiden Nicolas Maduro sebelum satu kelompok kecil pemrotes melemparkan batu ke polisi yang menanggapinya dengan tembakan gas air mata dan meriam-meriam air.Pemerintah Maduro jadi sasaran protes hampir setiap hari atas kejahatan yang meningkat, inflasi yang tinggi kekurangan barang pangan pokok seperti kertas toilet. Presiden Maduro yang menggantikan Hugo Chavez almarhum tahun lalu mengusulkan dilakukan dialog tetapi bersikap keras terhadap oposisi dan para pengunjuk rasa.Setelah pihak berwenang menahan wali kota-wali kota Cristobal dan San Diego, Maduro memperingatkan bahwa kolega mereka di kota Chacao juga dapat ditahan jika ada barikade-barikade ditempatkan di jalan-jalan kotanya. "Kami tidak akan ragu-ragu jika (Mahkamah Agung) memberikan kami perintah untuk menahan" Wali Kota Chacao, Ramaon Muchacho, kata Maduro.Chacao, satu distrik kelas menengah-sampai tinggi di Karakas timur, adalah lokasi bentrokan Kamis malam antara kelompok-kelompok kecil pemrotes dan pengawal nasional sampai Maduro mengirim pasukan militer untuk mengusir mereka dari satu plaza pekan ini.Oposisi dan organisasi-organisasi non-pemerintah menuduh pemerintah Maduro akhirnya menggunakan pengadilan politik. Amerika Serikat menyatakan sangat khawatir atas penahanan dua wali kota itu. "Pemerintah Venezuela harus menghentikan aksi kekerasan terhadap warganya dan para pejabat oposisi yang menggunakan kebebasan berbicara mereka," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki.  Ia menyerukan pemerintah "membebaskan mereka yang dipenjarakan secara tidak adil, mencabut larangan kebebasan pers dan melakukan dialog dengan semua kelompok politik Venezuela."Aksi protes terutama dilakukan di pangkalan-pangkalan oposisi kelas menengah dan Maduro masih mendapat dukungan dari kalangan sebagian besar warga Venezuela, penduduk miskin, yang memungkinkan dia membiarkan protes berminggu-minggu yang menewaskan 31 orang.Demonstrasi-demonstrasi terbaru itu terjadi sehari setelah agen-agen intelijen domestik menahan Daniel Ceballos, wali kota San Cristobal, kota di daerah barat di mana aksi protes pertama meletus 4 Februari sebelum meluas ke kota-kota lain.Menteri Dalam Negeri Miguel Rodriguez menuduh Ceballos mendorong "pemberontakan sipil" di kotanya, satu pangkalan oposisi di mana mahasiswa dan penduduk membangun barikade-barikade untuk menghadapi pihak berwenang.Sementara itu, Wali kota San Digo, Enzo Scarano, disingkirkan dari jabatannya oleh Mahkamah Agung dan dihukum 10 bulan penjara atas tuduhan-tuduhan ia tidak menjalankan tugasnya untuk menghentikan kerusuhan masyarakat.Di San Diego, ratusan pendukung Scarano berkumpul di taman-taman publik dan menempatkan barikade-barikade di beberapa jalan. Dewan Pemilihan Nasional sedang mempersiapkan pemungutan suara untuk menggantikannya.Partai yang memerintah di majelis nasional memutuskan untuk meminta dilakukan penyelidikan seorang tokoh oposisi lain, anggota parlemen Maria Corina Machado, menuduh dia "menghasut pelanggaran, pengkhianatan, terorisme dan bunuh diri."Tindakan keras terhadap oposisi bertentangan dengan imbauan Maduro kepada para pesaingnya untuk ikut dalam satu "konferensi perdamaian." Oposisi utama menolak ikut dalam dialog itu sampai pemerintah membebaskan lebih dari 100 pemrotes yang tetap ditahan dipenjara. (Ant/AFP/f)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik

Luar Negeri

Wali Kota Hadiri Festival Open Marching Band 2018 di Medan

Luar Negeri

3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku

Luar Negeri

Sehari Ditahan, Pelaku Curanmor Meninggal di Polresta Depok

Luar Negeri

Wakil Wali Kota Medan Berharap BPJS Permudah Masyarakat Dapatkan Fasilitas Kesehatan

Luar Negeri

Wali Kota : Penderita HIV di Tebingtinggi 42 Orang, 14 di Antarannya Warga Luar