Ankara (SIB)- Militer Turki menembak jatuh satu jet tempur Suriah yang melintas masuk ke wilayah udara Turki. Penembakan itu bermula saat radar Turki mendeteksi dua pesawat MI-23S milik Suriah mulai memasuki wilayah mereka pada Minggu siang waktu setempat. Pihak Turki sudah memperingatkan pesawat tersebut yang bergerak mendekati wilayah Yayladagi.Satu dari kedua pesawat Suriah itu kemudian meninggalkan lokasi. Namun pesawat kedua tetap melanjutkan penerbangan dan memasuki wilayah udara Turki hingga sejauh 1 kilometer. Melihat itu, satu dari dua jet tempur F16 Turki yang berpatroli di wilayah tersebut langsung melepaskan sebuah rudal ke pesawat Suriah tersebut. Pesawat Suriah itu pun jatuh di wilayah kota Keseb, dekat perbatasan kedua negara. "Pesawat Suriah melanggar wilayah udara kami," ujar Perdana Menteri Turki, Tayyip Erdogan, seperti dilansir Reuters, Minggu (25/3) waktu setempat.Menurut situs militer Turki, dua pesawat perang Suriah telah diberikan peringatan sebanyak empat kali saat mendekati wilayah udara Turki. "Jet-jet F-16 kami yang tengah mengudara menembak jatuh pesawat tersebut. Mengapa? Karena jika Anda melanggar wilayah udara saya, maka mulai dari sekarang, pukulan kami akan keras," tegas Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan seperti dilansir CNN, Senin (24/3). Namun pihak Suriah menegaskan bahwa pesawat tersebut tidak melanggar wilayah udara Turki. Suriah balas mengecam tindakan Turki dengan menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk agresi. Mengenai tudingan pesawatnya melanggar batas wilayah Turki, Suriah menyebut jet tempur mereka sedang mengejar kelompok pemberontak. Beruntung pilot pesawat bisa keluar menggunakan kursi lontar. Media pemerintah Suriah, SANA menyebut penembakan tersebut sebagai aksi "agresi terang-terangan" sebab pesawat tersebut saat itu tetap berada di wilayah Suriah utara. Sepupu Bashar al-Assad Tewas dalam PertempuranSeorang perwira tinggi militer Suriah yang juga adalah sepupu Presiden Bashar al-Assad dikabarkan tewas pada Minggu (23/3), dalam bentrokan dengan pemberontak di perbatasan Turki. Demikian kantor berita SANA mengabarkan. Hilal al-Assad, komandan pasukan pertahanan nasional di provinsi Latakia, tewas tertembak dalam sebuah pertempuran sengit di kota perbatasan Kasab. Pasukan pertahanan nasional adalah milisi yang dibentuk untuk membantu angkatan darat Suriah dalam perang saudara yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun itu.Organisasi Pengamat HAM Suriah mengatakan, Hilal tewas bersama tujuh anak buahnya saat bentrok dengan front Al Nusra dan kelompok pemberontak Islam lainnya. Pertempuran itu adalah bagian dari operasi militer Suriah yang berusaha menguasai kota Kasab sejak Jumat lalu. Pertempuran itu pecah setelah kelompok-kelompok pemberontak militan mengumumkan akan menyerang kota Latakia, yang selama ini menjadi basis rezim al-Assad. Sejauh ini, dikabarkan 80 orang tewas dari kedua belah pihak dalam pertempuran di kota Kasab. (Al Arabiya/Rtr/dtc/f)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.