Bangkok (SIB)- Para demonstran anti Perdana Menteri Yingluck Shinawatra kembali turun ke jalan, Senin (24/3/2014) setelah beberapa minggu terakhir tidak berdemonstrasi secara massal. Mereka kian menekan Yingluck untuk segera mundur setelah Mahkamah Konstitusi pekan lalu membatalkan hasil pemilu kontroversial pada Februari kemarin. Yingluck sendiri saat ini tengah terjerat kasus korupsi. Menurut berita Reuters, muncul kabar bahwa Yingluck dalam beberapa hari mendatang bakal dimakzulkan. Walau menyatakan diri menang Pemilu, adik mantan PM Thaksin Shinawatra itu tidak bisa membentuk pemerintah baru sehingga membuat wewenangnya sebagai perdana menteri demisioner masih sangat terbatas.Kubu anti Yingluck mulai berdemonstrasi sejak akhir November 2013 setelah dia berupaya membuat undang-undang yang bisa membuat kakaknya bisa pulang ke Thailand tanpa lagi berstatus buronan maupun terpidana kasus korupsi. Aksi demonstran yang didukung kubu oposisi dari Partai Demokrat pimpinan mantan PM Abhisit Vejjajiva ini telah menewaskan 23 orang dan ratusan lain cedera setelah bentrokan dengan pasukan keamanan maupun kubu pendukung Yingluck di Ibu Kota Bangkok. Demonstrasi sempat dihentikan beberapa pekan menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi, yang menyatakan bahwa pemilu yang kembali memenangkan kubu Yingluck ternyata tidak sah.Namun kubu Yingluck, yang dikenal sebagai "kelompok kaos merah" tidak tinggal diam. Mereka berencana gelar demonstrasi tandingan pada 5 April mendatang di Bangkok. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik horisontal bakal pecah sewaktu-waktu.Sementara itu, Yingluck sendiri masih punya waktu hingga 31 Maret untuk membela diri dalam penyelidikan Komisi Anti Korupsi Nasional karena lalai mengawasi program subsidi beras sehingga merugikan anggaran negara dalam jumlah besar. Selama ini pemerintahan Yingluck membeli beras dari para petani melebihi harga pasar dengan membebani anggaran negara.Bila Komisi Anti Korupsi nanti merekomendasikan agar Yingluck dimakzulkan, dia bisa langsung dijungkalkan dari jabatannya melalui keputusan di Senat. Pasalnya, mayoritas senator di majelis tinggi parlemen itu diperkirakan kubu anti-Thaksin setelah pemilihan setengah dari total anggota senat pada 30 Maret mendatang. (Rtr/vvn/f)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.