Kuala Lumpur (SIB)- Kopilot pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 ternyata belum lama menerbangkan pesawat jenis Boeing 777. Kopilot Fariq Abdul Hamid baru enam kali menerbangkan pesawat Boeing 777 yang merupakan jenis pesawat yang hingga kini masih hilang. Kendati demikian, CEO MAS Ahmad Jauhari Yahya memastikan bahwa pelatihan Kopilot Fariq sangat ketat. Demikian seperti dilansir Straits Times, Senin (24/3/2014).Dalam konferensi pers kepada wartawan di Kuala Lumpur, Ahmad Jauhari juga menuturkan bahwa pilot MH370 Kapten Zaharie Ahmad Shah yang lebih berpengalaman dari Fariq, merupakan seorang penguji Boeing 777. Hal ini tentu menunjukkan keahlian Kapten Zaharie dalam menerbangkan pesawat jenis tersebut.Informasi yang disampaikan Ahmad Jauhari ini berkaitan dengan penyelidikan insiden hilangnya MH370 yang hingga kini masih dilakukan kepolisian Malaysia. Semua kemungkinan dan motif pemicu hilangnya MH370 masih menjadi fokus penyelidikan polisi, termasuk salah satunya dugaan bunuh diri pilot pesawat.Selain menyelidiki latar belakang pilot dan kopilot MH370, polisi juga menyelidiki latar belakang seluruh awak, penumpang serta staf lapangan pesawat tujuan Beijing tersebut.Yang terbaru, kepolisian Malaysia dilaporkan telah menginterogasi lebih dari 100 orang terkait penyelidikan ini. Menurut Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar, pihak-pihak yang telah diinterogasi antara lain keluarga penumpang, kemudian istri Kapten Zaharie, serta sejumlah pejabat Departemen Penerbangan Sipil Malaysia (DCA) dan pejabat Angkatan Udara Malaysia (RMAF).Mengenai hasil interogasi, Abu Bakar menyatakan pihaknya tidak bisa mengungkapkannya kepada media. Alasannya, pengungkapan hal ini akan mengganggu dan membahayakan penyidikan ke depannya. Namun Abu Bakar menyatakan kepolisian masih belum mengesampingkan dugaan empat kemungkinan yang memicu hilangnya MAS MH370, yakni pembajakan, sabotase, masalah personal dan masalah psikologi. Dalam keterangannya, Ahmad Jauhari menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada permintaan tebusan ataupun adanya klaim dari pihak-pihak yang mengaku bertanggung jawab atas hilangnya MH370 pada 8 Maret lalu. Tidak ada juga sinyal darurat dari MH370 yang ditangkap oleh satelit mana pun. (ST/dtc/q)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.