Tak Mau Lagi Ada Pesawat Hilang, IATA Susun Rekomendasi Pelacakan Pesawat

* MH370 Hilang, Anwar Ibrahim Dilaporkan ke Polisi
- Kamis, 03 April 2014 12:23 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/04/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
KUALA LUMPUR (SIB)- Menyusul hilangnya pesawat penerbangan MH370 Malaysia Airlines, asosiasi industri penerbangan berencana menciptakan gugus tugas untuk menyusun rekomendasi pelacakan pesawat. Targetnya, rekomendasi keluar tahun ini."Kami tak bisa membiarkan pesawat lain hilang juga seperti MH370 milik Malaysia Airlines," kata pernyataan kelompok tersebut, Selasa (1/4). Tak kunjung ditemukannya pesawat yang hilang pada 8 Maret 2014 tersebut telah memunculkan kebutuhan perbaikan prosedur pelacakan dan keamanan pesawat, demikian menurut pernyataan dari asosiasi internasional transportasi udara (IATA).Organisasi itu sedang menggelar pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia. "Dalam dunia di mana setiap gerakan kita sepertinya dilacak, tak dapat dipercaya sebuah pesawat bisa hilang," kata Tony Tyler, direktur jenderal asosiasi yang beranggotakan 240 maskapai penerbangan yang mencakup 84 persen layanan penumpang dan kargo di dunia. Namun asosiasi pilot pesawat (AALP), serikat percontohan dunia, memperingatkan bahwa informasi live-streaming dari perekam data penerbangan, alternatif dari kotak hitam, dikhawatirkan dapat menyebabkan pelepasan atau kebocoran informasi yang dapat menyebabkan pilot terlihat buruk sebelum seluruh fakta kecelakaan diketahui."Data (perekam data penerbangan) tersebut ada untuk analisis keselamatan," kata Sean Cassidy, seorang perwira ALPA dan pilot Alaska Airlines. "Sayangnya, jika Anda memiliki gelombang besar data ini, jika tak dijaga dan dilindungi, akan terjadi penghakiman yang terburu-buru, terutama terhadap pilot ketika terjadi kecelakaan," imbuh dia.Menurut ALPA, bila tujuannya adalah memperbaiki pelacakan pesawat, maka jawabannya adalah perbaikan sistem navigasi berbasis satelit. Sistem ini dikenal sebagai NextGen. Dari Washington, Amerika Serikat, anggota Kongres sedang mempertimbangkan pengenalan RUU yang mengharuskan keberadaan kotak hitam kedua di pesawat penumpang komersial baru yang melayani penerbangan jarak jauh melintasi lautan atau lokasi terpencil. Perangkat kedua itu, dikenal sebagai deployable flight recorder, akan terlempar sebelum pesawat kecelakaan untuk mempermudah pencarian, dirancang dapat mengapung dan mengirimkan sinyal ke pencari.Pada sidang 12 Maret 2014, anggota Kongres David Prince mengatakan, insiden MH370 ini sekali lagi menunjukkan kebutuhan akan perangkat black box kedua ini. Meskipun alat itu mahal, ujar dia, tetapi menghemat waktu dan uang untuk menyediakan data ketika terjadi kecelakaan. Menteri Transportasi Amerika Serikat Anthony Foxx mengatakan, kementeriannya sedang melakukan analisis biaya dan manfaat dari alat ini, tetapi belum membuat komitmen apa pun. Tyler dari IATA, mendesak pula perbaikan prosedur pemeriksaan penumpang sebelum memasuki pesawat. Anwar Ibrahim Dilaporkan ke PolisiPartai Rakyat Progresif (PPP) dikabarkan mengadukan tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim. Mantan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia tersebut dilaporkan atas tuduhan pernah menuduh Pemerintah Malaysia menyembunyikan fakta tentang hilangnya MH370.Laporan tersebut disampaikan oleh Ketua Wilayah Federal PPP Datuk A. Chandrakumanan kepada Kepolisian Malaysia daerah Sentul. Saat menyampaikan laporan A. Chandrakumanan didampingi oleh 30 simpatisan partainya.Dilansir dari New Strait Times, Rabu (2/4), A. Chandrakumanan menyebut, Anwar Ibrahim membuat dugaan palsu kepada Pemerintah Malaysia pada 22 Maret 2014. Anwar menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan blog pribadinya demi melancarkan serangan kepada Pemerintah Malaysia. A. Chandrakumanan juga mendesak kepolisian agar penyelidikan segera dilakukan. Tak hanya itu, dirinya menginginkan agar tokoh dari PKR tersebut ditindak dengan tegas. Sesaat setelah laporan diterima, Kapolda Sentul Zakaria Pagan mengatakan telah akan melimpahkan laporan dari A. Chandrakumanan ke Kepolisian Sepang. Hal itu karena kasus ini terjadi di wilayah Sepang. (AP/kps/NST/okz/w)Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Polres Simalungun Ungkap Kasus Pembunuhan Chu Wen Lee Simanjuntak

Luar Negeri

Polrestabes Medan: Percut Sei Tuan Tertinggi Kasus Judi dalam 100 Hari

Luar Negeri

100 Hari Kerja, Polrestabes Medan Ungkap 33 Kasus Judi, 62 Tersangka Diamankan

Luar Negeri

Jelang Ramadhan, Satgas Saber Polres Belawan Cek Harga dan Ketersediaan Bapokting

Luar Negeri

Polrestabes Medan Tangguhkan Penahanan Persadaan Putra

Luar Negeri

Polrestabes Medan Ringkus 10 Tersangka Penyelewengan BBM Subsidi, 3 Operator SPBU