Medan (SIB)- Ratusan aktivis dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan wartawan media cetak serta elektronik berunjukrasa ke Kantor DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (2/6). Berbagai tuntutan yang mengarah kepada Ketua DPRD, disuarakan, salah satunya dugaan suap dari Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) Tapteng, terkait berhentinya rekomendasi Pansus DPRD atas dugaan korupsi miliaran rupiah di Diskanla Tapteng Tahun Anggaran (TA) 2014..Aksi para kuli tinta itu dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan menggunakan sound system yang diangkut menggunakan mobil pick-up, satu spanduk dan belasan poster yang berisi berbagai tuntutan, seperti meminta KPK, Poldasu dan Kejatisu untuk mengusut dugaan suap tersebut.Selain itu, aksi massa yang dimotori Irwansyah Daulay (LSM P2KN), Parulian Lumbantobing (Pluto), Simon Situmorang, Herbert Sitohang, Dohar Franklin Sianipar, Binahati Ziliwu, Parulian Lumbantobing, Aminuddin Zega, Rizal Zalukhu, Amin Tanjung, Makmur Pakpahan dan Imran Steven Pasaribu (Fowal) meminta KPK agar melanjutkan proses penyelidikan maupun penyidikan terhadap Ketua DPRD, Bakhtiar Ahmad Sibarani terkait kasus suap Akil Mukhtar.Salah seorang orator, Benny Hutauruk, mengatakan Pansus DPRD Tapteng yang diketuai Antonius Hutabarat (Fraksi Hanura) terkait dugaan kasus korupsi di Diskanla berhenti tanpa sebab. Padahal Pansus yang mengusut 9 item pengerjaan TA 2014 itu sudah memanggil Kadis Kelautan Perikanan, Alamsyah Sitompul, termasuk para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau Pimpinan Proyek (Pimpro) di dinas tersebut.Benny mengaku sudah mengonfirmasi langsung Ketua Pansus Antonius Hutabarat, yang mengungkapkan hasil Pansus sudah diserahkan ke pimpinan DPRD, Darma Bhakti Marbun (Fraksi Golkar), namun oleh Darma Bhakti Marbun kemudian menyerahkan kepada Ketua DPRD, Bakhtiar Ahmad Sibarani. "Lalu mengapa hasil Pansus tidak diteruskan ke penegak hukum ? Ada apa ini," lanjutnya, seraya mendesak KPK, Kejatisu atau Poldasu untuk mengusutnya.Aksi unjukrasa berjalan aman sampai selesai, selanjutnya massa makan bersama di depan kantor DPRD untuk membuktikan kebulatan tekad, bahwa aksi itu didorong keinginan yang kuat memberantas korupsi dan duit untuk membeli nasi juga dikumpulkan dari rekan rekan wartawan dan LSM sendiri. Menurut Irwansyah Daulay, aksi massa akan terus berlanjut sampai penegak hukum mengusut dugaan suap di Pansus tersebut.(Tim/c)