Kotapinang (SIB)- Masyarakat Kotapinang sekitarnya, khususnya umat muslim mengeluhkan maraknya penggunaan petasan selama berlangsung bulan suci Ramadan 1437 Hijriah. Suara petasan yang kerap terdengar bersuara kuat saat malam, siang dan pagi hari, menyebabkan kenyamanan warga dalam beribadah maupun yang sedang beristirahat dalam rumah menjadi terganggu.Seperti diungkapkan salah seorang warga Kotapinang, Abdul MN (40) mengatakan, penggunaan petesan yang umumnya dimainkan oleh anak-anak hingga kaum remaja itu, telah menjadi momok saat datangnya bulan suci Ramadan, Idhul Fitri dan tahun baru."Suara ledakan mercun membuat ketenangan warga menjadi terusik dan dapat pula mengancam keselamatan orang lain. Ini mengganggu dan bisa mencelakakan orang, namun sampai saat ini peredaran mercun seakan sulit diatasi," ujar Abdul.Hal senada juga diungkapkan ibu Rahayu Ritonga (48), warga Dusun Simaninggir Kotapinang. Ibu dua anak ini mengaku resah, mengingat permainan petasan semakin membahayakan, tidak hanya bagi pemainnya, tetapi juga bagi banyak orang lain."Ledakan mercun selalu dimainkan di tempat-tempat sembarang, aksi pelemparan petasan pun selalu diledakkan secara tiba-tiba di depan rumah tanpa memperdulikan warga sedang beribadah dan beristirahat. Ini penting ditertibkan, karena warga muslim saat ini sedang menunaikan ibadah puasa," ujarnya.Terkait kondisi ini, ibu Rahayu berharap pada pihak Kepolisian dan Satpol-PP Labusel segera bertindak atau melakukan razia penertiban, baik kepada pembeli maupun kepada para penjual petasan."Harusnya yang berwajib segera lakukan penertiban, karena banyak warga menjadi resah. Artinya, jangan sampai jatuh korban dulu, baru dilakukan razia," tukasnya. (D18/q)