Langkat (SIB)- Permukiman 2.522 kepala keluarga di Kecamatan Tanjungpura dan Hinai, Kabupaten Langkat Sumatera Utara hingga Sabtu sore, masih mengalami banjir dengan ketinggian air antara 30-50 centimeter. "Kalau untuk kecamatan Tanjungpura terdapat 2.386 kepala keluarga yang terdampak banjir di 12 desa. Sementara 136 kepala keluarga berada di kecamatan Hinai," kata Camat Tanjungpura Surianto di Tanjungpura, Sabtu (24/9).Yang terdampak banjir tersebut berada di kelurahan Pekan Tanjungpura, Pekubuan, Lalang, Pantai Cermin, Teluk Bakung, Paya Perupuk, Pematang Cengal, Pematang Cengal Barat, Baja Kuning, Pulau Banyak, Pematang Serai. "Kondisi air di permukiman penduduk di berbagai desa tersebut masih sedikit surutnya sehingga di sejumlah tempat ketinggiannya ada yang masih mencapai 50 centimeter, namun ada juga yang sudah 30 centimeter," katanya."Namun hingga Sabtu sore sejak peristiwa banjir tersebut berawal Senin (19/9) belum ada warga Tanjungpura yang mengungsi. Mereka hingga sekarang ini masih terus bertahan di kediamannya masing-masing," sambungnya.Selain banjir di permukiman warga, terdapat tiga Sekolah Dasar yang aktivitas belajar-mengajarnya belum juga dilakukan karena banjir masih menggenangi bangunan sekolah.Camat Hinai Muhammad Nawi menjelaskan terdapat 136 kepala keluarga yang terdampak banjir di mana 20 kepala keluarga atau 83 jiwa masih mengungsi di dinas pengairan provinsi Sumatera Utara.Selain itu, 116 kepala keluarga terutama yang berada di Desa Cempa Hinai yang juga terkena dampak banjir mereka masih berada di dalam kompleks Perumnas di Dusun I dan di atas benteng Gang Jawa juga di Dusun I, katanya."Kawasan yang terparah sekarang ini air masih tertahan setinggi 50 centimeter, warga pengungsi belum berani pulang ke rumahnya," sambungnya.Asisten Pemerintahan Langkat Drs Abdul Karim MAP yang turun langsung ke lokasi pengungsian meminta agar para pengungsi ini diperhatikan terutama dari segi makanan, maupun kesehatannya.Ia juga meninjau langsung keberadaan pintu klep yang sudah delapan tahun mengalami kerusakan sehingga begitu air masuk ke permukiman warga tidak bisa kembali ke sungai yang mengakibatkan air tergenang, dan sekarang ini pihaknya sudah meminta PSDA Provinsi Sumatera Utara untuk memperbaiki pintu klep dan meninggikan tanggul."Bila pintu klep dan tanggul segera diperbaiki di Kecamatan Hinai diyakini air yang datang maupun curah hujan yang tinggi bisa segera diatasi untuk tidak berlama-lama di pemukiman warga. Untuk itu diharapkan segera diperbaiki," katanya. (Ant/l)