Tanjungbalai (SIB)- Selama lima tahun terakhir, warga Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur dilanda krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air minum, warga terpaksa membeli air galon, Rabu (12/10)."Sudah lima tahun air bersih PDAM Tirta Kualo tak mengalir ke daerah kami. Terpaksalah untuk kebutuhan air minum, kami beli air galon di kedai seharga Rp4000 per galon," ujar Eka Sinambela warga Lingkungan IV Kelurahan Bunga Tanjung kepada SIB, Rabu (12/10).Menurut Eka, untuk kebutuhan MCK dirinya terpaksa membuat sumur bor yang hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan mandi dan cuci. "Kalau air sumur bor yang saya buat hanya untuk MCK, itupun biayanya sudah jutaan rupiah. Untuk mendapatkan air layak minum belasan juta rupiah modalnya, mana ada uang untuk itu," terang ayah dua anak ini mengaku sudah lima tahun tak pernah menikmati air bersih PDAM Tirta Kualo.Senada diungkapkan Efendi Sibarani yang mengeluhkan kondisi air bersih PDAM Tirta Kualo keruh dan tak layak minum. "Air dari sumur bor PDAM yang kami gunakan keruh dan tak layak minum," ujar Efendi.Efendi menuturkan, demi memenuhi kebutuhan air bersih layak minum, warga Jalan Kartini Kelurahan Sijambi dan Pahang Kecamatan Datuk Bandar berswadaya mengumpulkan dana untuk pembangunan sumur bor. "Kami berswadaya mengumpulkan dana buat sumur bor. Semoga airnya layak konsumsi," kata Efendi kepada SIB berharap PDAM Tirta Kualo untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada warga dalam pemenuhan kebutuhan air bersih layak konsumsi.Direktur PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai, Ismed menampik keluhan warga. "Dimana airnya tak lancar, di sana air lancarnya hanya satu orang saja pegawai Pemko itupun sudah ditangani," kata Ismed menjawab SIB, Selasa (11/10) petang saar dikonfirmasi melaluI telepon seluler.Ismed juga membantah keluhan warga Kelurahan Bunga Tanjung yang kecewa distribusi air bersih bermasalah. "Di Bunga Tanjung lancar. Nanti saya suruh Pak Kasim ke sana memeriksanya," tegas Ismed. (D22/h)