Kualuh Leidong (SIB)- Masyarakat petani di Desa Teluk Pulai Dalam, Kecamatan Kualuh Leidong Labuhan Batu Utara mengeluhkan kondisi cuaca yang jarang turun hujan hingga tanaman padi mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.M br Hombing (45) warga setempat kepada SIB, Rabu (26/10), mengaku cuaca kemarau mengakibatkan tanaman padi kekurangan air dan terancam gagal panen. "Kami sangat khawatir melihat padi yang sudah dibibitkan dan ditanami kekurangan air, apabila jarang turun hujan bisa gagal panen nantinya," ucapnya mengingat biasanya pada bulan ini seharusnya sudah musim hujan.Dikatakan, desa tersebut sejak dahulu merupakan lumbung padi, namun karena tidak ada irigasi sebagian masyarakat mulai merubah lahan pertanian menjadi kebun sawit. "Kami berharap pemerintah segera membangun irigasi di desa ini agar masyarakat tidak beralih ke kebun sawit," katanya.T Simamora (50), warga setempat mengatakan Pemkab Labura melalui dinas terkait sudah seharusnya membangun irigasi agar petani tidak selalu mengeluh masalah air.Dikatakan, mayoritas masyarakat di daerah tersebut sebahagian masih bertahan sebagai petani padi meskipun hanya sekali musim dalam setahun, karena petani selalu merugi akibat irigasi belum ada. Masyarakat sudah mulai merubah lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit."Dulunya, masyarakat disini sebagai petani padi, meskipun hanya sekali panen dalam setahun, tetapi karena sudah sering merugi akibat tidak adanya irigasi, memaksa masyarakat beralih ke kebun sawit," katanya.Sementara itu, anggota DPRD Labuhan Batu Utara Zainal Samosir saat kunker ke Tanjung Leidong beberapa waktu lalu mengatakan, sudah pernah dibangun sumur bor sebagai sumber air di daerah tersebut beberapa tahun lalu, tetapi tidak berfungsi karena tidak mampu memenuhi kebutuhan air pertanian masyarakat. "Sudah pernah dibangun irigasi berupa sumur bor beberapa tahun lalu, tetapi tidak mampu memenuhi kebutuhan air, hingga tidak berfungsi dan mungkin sudah rusak," katanya.Zainal juga mengatakan supaya masyarakat bersama kepala desa memasukkan permohonan pembangunan irigasi tersebut dalam musrenbang agar dibahas di DPRD. "Silahkan dibawa ke musrenbang supaya dibawa ke tingkat kabupaten untuk dibahas dan dianggarkan," ucapnya sembari menyatakan di desa lain sudah dibangun irigasi sesuai permohonan masyarakat. (RS/D20/h)