Batubara (SIB) -Menilai budaya korupsi yang sudah merasuki sendi kehidupan dalam tatanan pemerintahan Kabupaten Batubara, Pengurus Besar Kesatuan Mahasiswa Batubara (PB KEMBAR) Sumatera Utara meminta pihak penegak hukum melakukan pengusutan dugaan pungli pencairan dana proyek satu persen (1%) yang disinyalir dilakukan oknum Bendahara Umum Daerah (BUD) atas perintah kepala BPKAD Batubara.Pernyataan itu disampaikan kordinator Aksi Fadli Mahsan didampingi kordinator lapangan Ramli Sinaga saat menggelar aksi unjukrasa bersama belasan massa di Mapolres Batubara, Kamis (17/11).Menurut Fadli, dugaan pungli yang terjadi merupakan penyalahgunaan wewenang dan melanggar hukum sesuai Perpres No 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungli. Praktek jahat tersebut diduga sudah berlangsung sejak lama dan disinyalir dilakukan secara terstruktur oleh oknum pejabat BUD badan pengelola keuangan dan asset daerah (BPKAD) untuk memperkaya diri sehingga berimbas pada buruknya kualitas fisik proyek di seluruh Batubara.Hal itu juga dimungkinkan akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan pihak legislatif sehingga menyebabkan para oknum pemangku kebijakan di pemerintah leluasa memainkan perannya dan terkesan 'mempecundangi' legislatif serta yudikatif.Fadli meminta pihak penegak hukum segera melakukan penyelidikan dugaan praktek pungli di BPKAD yang sudah meresahkan masyarakat. Selain itu, meminta DPRD melakukan fungsi pengawasan anggaran secara efektif dan efisien sehingga dapat menutup rapat potensi praktek pungli yang tidak dibenarkan hukum itu.Kapolres Batubara AKBP S Bonaparte Silalahi,Sik diwakili Kasat Binmas AKP Arjo menanggapi tuntutan pengunjukrasa menyatakan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan. Menurut Arjo sebaiknya hal itu dapat disampaikan dalam bentuk laporan sehingga dapat dijadikan dasar penyelidikan.Merasa puas dengan tanggapan dari kasat Binmasy, belasan mahasiswa melanjutkan aksi mereka di kantor DPRD. Namun sayangnya para mahasiswa tidak mendapat sambutan dari wakil rakyat dikarenakan menurut salah seorang personil satpol PP bernama Gusti bahwa seluruh anggota DPRD beserta staf sedang berada di Batam.Pantauan SIB, usai berorasi sekitar 30 menit belasan mahasiswa itu akhirnya membubarkan diri dan berjanji akan kembali mendatangi kantor wakil rakyat dengan massa yang lebih besar. (C25/y)