Tapsel (SIB)- Intensitas hujan yang tinggi diiringi angin kencang yang melanda Kabupaten Tapsel seminggu terakhir menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Tapsel diterpa bencana banjir dan longsor.Laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel, Rabu (7/11), banjir dan longsor terjadi di wilayah Barat dan Timur yakni di Kecamatan Muara Batang Toru, Batang Toru dan Angkola Sangkunur, Kecamatan Marancar dan Kecamatan Sipirok.Di Kecamatan Muara Batang Toru, banjir menerpa Desa Hutaraja, Mabang, Pasir Ampolu dan Bandar Tarutung. Di Kecamatan Batang Toru banjir akibat luapan Sungai Batangtoru dan Sungai Garoga menerpa Dusun Benteng dan Pulo Lobang Desa Hutagodang . Di Kecamatan Angkola Sangkunur banjir yang diakibatkan luapan Sungai Kahombu dan Sungai Batangtoru nyaris menenggelamkan Dusun Sibarabara,Desa Simataniari, Bandar Tarutung, Rianiate dan Desa Aek Rambe, mengingat ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.Sedangkan longsor terjadi 1 titik di ruas Jalan Propinsi Desa Adian Kecamatan Marancar sepanjang 10 meter, menyebabkan arus lalu lintas terputus selama 4 jam akibat tertimbun longsoran material tanah, batu dan kayu yang jatuh dari tebing tepi jalan. Demikian juga di ruas Jalan Kabupaten Desa Adian Napurpur Kecamatan Sipirok, longsor terjadi di 2 titik sepanjang 30 meter, lebar 5 meter, menyebabkan arus lalu lintas juga sempat terputus beberapa jam. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel Ahmad Ibrahim Lubis SSos mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor dan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Tapsel " Bencana banjir dan longsor tersebut disebabkan curah hujan yang tinggi, hujan terjadi sejak Sabtu hingga Selasa (3-6 Desember), banjirdan longsor tersebar di beberapa wilayah di Tapsel, " ujar Ibrahim.Dikatakan penanganan darurat terus dilakukan, pendataan juga masih dilakukan BPBD bersama instansi terkait seperti Dinas Penataan Ruang (Tarukim) dan Permukiman dan Dinas Pekerjaan Umum (PU). "Saat ini petugas BPBD dan unsur lainnya fokus evakuasi warga dari banjir. Diimbau masyarakat selalu waspada karena hujan lebat masih berpotensi tinggi hingga 2 hari ke depan," ujarnya.Menurut Ibrahim ada sejumlah ruas jalan Jalan Kabupaten yang putus akibat longsor seperti di Desa Batu Horing Kecamatan Batang Toru yang sampai kini jalur masih belum dapat dilalui, menyebabkan sejumlah desa lainnya terisolir, demikian juga ruas jalan yang menghubungkan Desa Simaninggir dan Pasar Sempurna di Kecamatan Marancar yang terimbun longsor. "Di Kecamatan Marancar ada juga longsor yang menyebabkan ruas jalan tertutup. Kita sudah tugaskan anggota turun ke lokasi untuk membersihkan material yang menimbun jalan agar jalan secepatnya dapat dilalui, kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak lainnya untuk membantu kebutuhan warga di sejumlah daerah lainnya yang terkena bencana," ujarnya.Kadis Tarukim Tapsel Ir Syahril didampingi Kepala Bidang Pengelola dan Pemeliharaan Budi Amin Harahap ST mengaku tim Dinas Tarukim telah diterjunkan ke lokasi banjir di Kecamatan Muara Batangtoru, Batangtoru dan Angkola Sangkunur guna mendata insfrastruktur Tarukim yang rusak akibat banjir.Menurut Syahril, ada beberapa proyek Tarukim di wilayah tersebut seperti proyek sarana air bersih, MCK, pipanisasi, jalan setapak dan bangunan pemerintah, yang sebahagian besar telah terendam banjir dan ada yang rusak. "Kita sedang mendata sejauh mana tingkat kerusakan dan langkah-langkah apa yang harus diambil, terutama mengatasi ketersediaan sarana air bersih, mengingat intensitas curah hujan hingga Januari 2017 masih tinggi, sementara air bersih sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Syahril.Terpisah, Plt Kadis PU Tapsel melalui Kepala UPT Peralatan dan Labolatorium Dinas PU Tapsel Mhd Rahim Nasution ST, mengatakan tim Dinas PU Tapsel juga telah menerjunkan sejumlah alat berat berupa greder dan beko guna membersihkan ruas jalan dari material longsor yang terjadi di Kecamatan Siprok dan Marancar. "Alat berat Dinas PU terus bekerja dan tetap stand by di lokasi, dibantu petugas BPBD Tapsel, TNI, Polri dan masyarakat agar jalur lalu lintas bisalancar setelah terputus beberapa jam akibat tertimbun longsor," ujar Rahim.Sementara itu Camat Angkola Sangkunur, M Zein Ritonga SSos yang wilayahnya paling parah terkena banjir mengaku, ada beberapa dusun dan desanya yang terendam banjir dan memang wilayah tersebut sudah sering jadi langganan banjir bila hujan deras turun.Dikatakan, di Dusun Sibarabara Desa Simataniari, ketinggian air mencapai 1 meter hingga 1,5 meter dan merendam 75 rumah serta merendam puluhan hektare lahan sawah. Di Desa Bandar Tarutung sudah terkepung banjir, bahkan banyak rumah warga dan mobil yang terendam. Begitu juga di tempat lainnya seperti Dusun Sibarabara Desa Simataniari, Rianiate dan Aek Rambe, juga sudah terendam banjir. "Kita juga sudah berkoordinasi dengan unsur Muspika, BPBD dan Pemkab Tapsel guna menyiapkan sejumlah lokasi sebagai tempat warga untuk mengungsi jika dibutuhkan," ujar camat sembari mengimbau warganya agar tetap waspada (E-07/ r)