Kutacane (SIB) -Wakil Bupati Aceh Tenggara, H Ali Basrah menyambut kedatangan rombongan Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) yang dipimpin Dr RE Nainggolan MM selaku pembina yayasan, Kamis (27/4), di ruang kerjanya di kantor bupati di Kutacane.Turut dalam rombongan drg Annita kordinator kemanusiaan YSKI, Sekretaris Perhimpunan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Sumut Jadi Pane SPd, pengurus Kebaktian Wanita Debora Medan dan anggota DPRK Aceh Tenggara Arnold Napitupulu.Dalam perbincangan yang penuh keakraban tersebut H Ali Basrah bercerita banyak tentang kondisi di daerah Aceh Tenggara. Dia menyebutkan, di Aceh Tenggara keberagaman masih terjaga dengan baik. Dan ia berharap akan terus terjaga.Menurut Wabup, hal itu terbukti ketika ada bencana alam di daerahnya bantuan berdatangan dari mana-mana, semua memberikan perhatian ke daerah tersebut.Ia juga bercerita tentang bencana banjir bandang, 11 April 2017, ada 420 rumah rusak."Seperti di Desa Suka Makmur, Kecamatan Semadam terdapat 31 rumah rusak berat, 20 rumah rusak ringan, dan 15 unit rumah rusak ringan," terangnya.Delapan desa lagi tersebar pada Kecamatan Lawe Sigala-gala, yakni di Lawe Tua Gabungan merupakan terparah dengan 54 rumah rusak berat, 9 rumah rusak ringan, dan 22 terendam. Di Kayu Belin terdapat 39 rumah rusak berat dan 41 rumah rusak sedang. Di Lawe Tua Persatuan ditemukan 16 rumah rusak ringan dan tujuh unit rumah terendam.Di Lawe Tua Makmur tercatat 13 rumah rusak berat dan 24 rumah rusak ringan, di Lawe Kesumpat terdapat 7 rumah rusak berat dan 56 rumah rusak ringan. Desa Lawe Rakat lima unit rumah rusak berat dan 30 rumah rusak sedang, di Lawe Sigala Barat satu rumah rusak berat, dan Lawe Sigala Timur 30 unit rumah rusak ringan.Banjir bandang juga merusak sarana umum yakni berupa tempat ibadah, masing-masing satu masjid di Desa Suka Makmur, dan gereja di Desa Lawe Tua Makmur. Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (15/4), telah mengunjungi lokasi banjir bandang.Dijelaskannya, pihaknya sebelumnya telah mengantisipasi banjir bandang dengan membangun bendungan di daerah pegunungan. Namun, untuk banjir bandang kali ini tidak mampu menahan. "Saat dicek ke atas, ternyata bendungan sudah penuh batu dan tanah, tidak mampu lagi," ujarnya menceritakan.Demikian pun, Ali Basrah bertekad untuk memberikan penanganan yang maksimal. Bahkan pembangunan rumah warga korban akan dilakukan, sehingga warga bisa memiliki tempat tinggal lagi. (rel/A11/d)