Tapteng Miliki Alat Pengendali Sirene Warning Bencana Alam

*Terkoneksi Dengan BMKG Pusat
- Jumat, 17 Januari 2014 14:16 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/01/hariansib_Tapteng-Miliki-Alat-Pengendali-Sirene-Warning-Bencana-Alam.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Jan Piter Simorangkir
Kepala BNPB Tapteng Bonaparte Manurung dan Rahmat, operator BNPB Pusat di Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop) menera induk Pandan, Rabu (15/1), menjelaskan sistem kerja modular office dan sistem sirene, sebagai warning bencana
Tapteng (SIB)- Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), salah satu daerah rawan bencana alam, kini telah memiliki alat pengendali sirene untuk peringatan ( warning ) terjadinya bencana alam seperti banjir, longsor, tsunami dan gelombang pasang. Sepenuhnya akan dikendalikan di Pandan sebagai pusat pengendali operasi dan  terkoneksi langsung dengan Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika (BMKG) .Pandan sebagai Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop), telah memiliki modular office yang mengontrol semua pergerakan terjadinya bencana alam. â€Kantor yang terinterkoneksi dengan BMKG ini akan menganalisa segala sesuatu, termasuk data yang masuk terkait bencana alam di daerah ini,  dan akan disebarluaskan ke seluruh wilayah Tapanuli Tengah agar masyarakat mengetahui,” jelas Rahmat, operator BNPB Pusat yang bertugas di menara induk Pandan.Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Alam ( BNPB) Tapteng, Ir.Bonaparte Manurung MM menjelaskan, selain menara induk di Pandan,  juga telah dipasang pemancar sirene di 6 (enam) kecamatan yakni Sorkam, Sosorgadong, Barus, Badiri, Andam Dewi dan Tapian Nauli. “Pemberitahuan dari menara induk akan segera ditangkap pemancar-pemancar tersebut. Misalkan terjadi bencana di Barus, alat kita yang sudah link  ke BMKG pusat, akan segera diteruskan ke pemancar di  Barus untuk segera disebarluaskan,” sebutnya.Alat lain yang tersedia di kantor BNPB Tapteng adalah Water Treatment Fortabl (WTP), yang berfungsi sebagai penjernih air, saat terjadi bencana. ”Air yang kotor di lokasi bencana alam setelah diproses dapat dikonsumsi (diminum) saat itu juga,” terang Bonaparte. (E6/c).


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Pemkab Tapteng Kembali Buka Posko Pengungsi GOR Pandan

Martabe

Bupati Tapteng Bantu Evakuasi Warga, BPBD Update Banjir di Tapteng

Martabe

Derita Belum Berakhir, Tapteng Kembali Dilanda Banjir

Martabe

Sinergitas Wartawan dan Sat Lantas Tapteng Bagikan Masker ke Pengendara

Martabe

Dinkes Tapteng Siagakan Layanan Kesehatan Bagi Pengungsi

Martabe

Cekcok Rumah Tangga Berujung Pembakaran Rumah Sendiri Ditangani Polisi