SD Negeri 091350 Tigarunggu Simalungun Butuh Pembangunan Ruang Belajar

* 15 Tahun Tempat Belajar Digabung dengan Kantor Guru
- Selasa, 13 Juni 2017 20:49 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir062017/hariansib_SD-Negeri-091350-Tigarunggu-Simalungun-Butuh-Pembangunan-Ruang-Belajar.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Mey Hendika Girsang
BERMAIN: Siswa SD Negeri 091350 Tigarunggu Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun bermain saat jam istirahat, Senin (12/6). Tempat belajar siswa kelas 2 di sekolah itu digabung dengan kantor guru akibat kekurangan ruang belajar.
Simalungun (SIB) -Sekolah Dasar (SD) Negeri 091350 Tigarunggu Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun butuh pembangunan ruang belajar. Pasalnya, hampir 15 tahun tempat belajar siswa kelas 2 digabung dengan kantor guru."Sudah lama begitu. Pembatasnya pakai lemari. Awalnya ruang belajar kelas 1 dengan kelas 2 yang digabung sekitar tahun 1991. Karena siswanya bertambah, terpaksa dipisah. Sekarang ini, ruang belajar kelas 2 yang digabung dengan kantor guru, karena ruang balajar kurang. Hal demikian sudah berlangsung sekira 15 tahun," kata seorang orangtua siswa J Purba, Senin (12/6).Dijelaskannya, keadaan seperti itu kurang efektif dalam proses belajar mengajar. Muaranya kecerdasan siswa bisa terganggu, karena konsentrasi siswa berkurang saat belajar diakibatkan ruang yang sempit. Selain itu juga, ruang perpustakaan tidak ada di sekolah tersebut.Selain kelas 2, tempat belajar kelas 4 juga pernah digabung dengan kantor guru. Intinya, siswa kelas yang paling sedikit, itulah yang digabung dengan kantor guru menggunakan pembatas lemari.Saat SIB berkunjung ke sekolah tersebut baru-baru ini, keadaan tersebut dibenarkan para guru. "Iya, memang digabung dengan kantor guru. Sekitar 15 tahunlah begitu. Perpustakaannya pun tidak ada. Karena kelas 6 sudah selesai ujian, maka kelas 2 ditempatkan ke ruang kelas 6. Sebelumnya, di kantor guru digabung," kata guru sekolah itu yang tidak menyebut identitasnya.Anggota DPRD Simalungun komisi IV Resnauli Saragih SPd sangat prihatin melihat keadaan itu dan pihaknya sudah meninjau sekolah tersebut. "Sudah pernah kita tinjau. Memang keadaanya seperti itu," katanya. (D06/h)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

PSMS Menangi Derby Sumatera Lawan Persiraja di Banda Aceh

Martabe

PDIP Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Medan Labuhan

Martabe

BPS: Nilai Impor Sumut Turun 5,23 Persen

Martabe

Medsos Rawan Informasi Tak Berimbang, Dinkes Medan Ajak Warga Percaya Media Massa

Martabe

Maha Sendi S Milala Ketua KORMI Kabupaten Karo 2026 - 2030

Martabe

Polisi GSN di Pinggiran Rel Kereta Api, Enam Orang Diamankan