Langkat (SIB) - Puluhan warga berdemo menyoroti pemborosan anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Langkat Sumatera Utara, seperti biaya perjalanan dinas luar daerah luar provinsi dan biaya tunjangan perumahaan anggota legislatif tersebut.“Kita menuntut agar DPRD tidak lagi melakukan pemborosan karena masa jabatan mereka akan berakhir,†kata Ketua Lembaga Aliansi Suata Kriktik dan Aspirasi Rakyat Ayo Bangkit benahi Langkat Dhevan Efendi Rao di Stabat, Kamis.Dalam aksinya ini puluhan warga itu membawa poster, spanduk menyatakan aksi tuntutannya, yang mendapat engawalan dari Satpol PP, maupun petugas kepolisian resor Langkat.Dhevan dalam orasinya menuntut agar DPRD Langkat tidak lagi melakukan pemborosan anggaran untuk anggaran perjalanan dinas tahun 2014 ini.Dimana lembaga ini mencatat pemborosan biaya perjalanan dinas tahun 2012 saja bisa mencapai Rp 8 miliar, belum lagi tahun 2013.Pemborosan lainnya dilakukan DPRD Langkat yaitu tunjangan perumahan bagi pimpinan DPRD maupun anggota DPRD dimana dalam satu tahun naik mencapai 50 persen atau sekitar Rp 2.388 miliar, katanya.Belum lagi ada rumah dinas Ketua DPRD Langkat yang hingga sekarang ini diyakini belum sakalipun pernah ditempati ketua DPRD untuk bertempat tinggal mengurusi kepentingan rakyat Langkat.Tapi jatah untuk biaya rumah dinas terus diambil, sementara rumah dinas tidak pernah ditempati, katanya.Untuk itu Laskar Ababil meminta agar pimpinan DPRD Langkat maupun anggota DPRD Langkat segera mengembalikan uang sebesar Rp 10 miliar ke kas pemerintah Langkat, dengan alasan perjalanan dinas sangat tidak patut dan tidak layak dan bertentangan dengan rasa keadilan masyarakat.Selain itu juga perjalanan dinas tersebut tidak bermamfaat kepada masyarakat karena uang tersebut lebih banyak digunakan untuk membeli tiket pesawat, hotel dan uang saku, bahkan cenderung dihabur-hamburkan di luar daerah Langkat.Lebih baik uang tersebut dipergunakan untuk membangun infrastruktur pertanian, jalan, jembatan, kesehatan masyarakat, pendidikan, kebutuhan rakyat miskin, untuk honor guru magrib mengaji serta kepentingan rakyat lainnya, katanya.(Dtc/w)