Pembangunan Huntara Hampir Rampung

Dirjen Penyediaan Rumah: Jika Ada Kontraktor Huntara “Main-Main” akan Diblacklist

- Rabu, 13 Desember 2017 21:56 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2017/12/hariansib_Dirjen-Penyediaan-Rumah--Jika-Ada-Kontraktor-Huntara--Main-Main--akan-Diblacklist.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
AUDENSI: Bupati Karo Terkelin Brahman didampingi kepala BPBD Provsu Riadil Akhir Lubis dan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo, Natanael Peranginangin audensi ke Kementerian PU PR DI Jakarta Selatan, Senin (11/12).
Tanah Karo (SIB) -Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi kepala BPBD Provsu Riadil Akhir Lubis dan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo, Natanael Peranginangin beraudiensi ke Kementerian PUPR di Jakarta Selatan, Senin (11/12), terkait percepatan penempatan hunian sementara (Huntara) bagi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung.Pembangunan Huntara di sejumlah tempat saat ini sudah hampir rampung. Huntara yang dibangun BNPB pusat melalui Kementerian PU PR di Kabupaten Karo sebanyak 348 unit, yakni Ndokum Siroga I 88 unit, Ndokum Siroga II 86 unit, Ndokum Siroga III 100 unit, Tiga Nderkat 75 unit. "Semuanya ini untuk peruntukan masyarakat Desa Kuta Tengah 178 unit, Desa Pintu Besi 81 unit, Desa Jeraya 15 unit dan Desa Mardinging 75 unit," ujar Terkelin Brahmana.Walau demikian diakui Bupati Karo bahwa masih ada sejumlah kendala, misalnya di Ndokum Siroga I parit lingkungannya belum siap, Ndokum Siroga II septitank komunal belum terpasang, Huntara masih tahap finising. Ndokum Siroga III sudah selesai, tapi kunci belum diserahkan akhirnya semak belukar dan rumput tumbuh di sekitar Huntara. "Akibat kendala tersebut, Huntara belum dapat ditempati oleh korban erupsi gunung Sinabung sesuai daftar," ucap Terkelin.Kepala BPBD Provsu, Riadil  Akhir Lubis menambahkan Wagubsu Nurhazijah Marpaung telah berkunjung ke Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Kabupaten Karo, di lapangan  ditemukan rekanan/kontraktor tidak ada ditempat dan kurang bertanggungjawab. Hal ini membuat pihaknya ke PUPR  mewakili Provsu  untuk meminta klarifikasi dan mendesak segera pihak kementerian PUPR melakukan penyelesaian, tegas Riadil Lubis.Menanggapi permasalahan yang disampaikan Bupati Karo, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Rumah Ir H Khalawi segera akan membuat tim bersama BNPB dan Kementerian PUPR agar turun ke lapangan.Semua Kontraktor akan dipanggil terkait huntara, Selasa (12/12). Kemudian, Rabu (13/12) Direktur Rumah Susun Robert P Marbun akan ke Kabupaten Karo. Terkait keluhan masalah uang yang belum cair sehingga kontraktor berhenti bekerja. Saya (Dirjen Penyedia Rumah) bertanggungjawab, katanya."Jika ada kontraktor main-main, kontraktor  tersebut akan kami gantikan, jika perlu kontraktor tersebut kami black list (daftar hitam) dalam kementerian PUPR dan tidak diberikan  lagi  pekerjaan," tegas Khalawi.  Menurut Dirjen Penyedia Rumah, dalam seminggu ini semua administrasi diusahakan selesai (clear), sehingga Huntara Ndokum Siroga dan Tiga Nderket akan diserahterimakan kuncinya ke BNPB, dengan membuat Berita Acara Penyerahan selanjutnya ke Pemkab Karo untuk diserahkan kepada korban erupsi Sinabung untuk ditempati. "Beginilah prosedurnya agar semua elemen masyarakat memahaminya," terang Khalawi. (B01/q)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Riva Siahaan Tidak Dibebankan Uang Pengganti

Martabe

Manta Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 9 Tahun Penjara

Martabe

KPK Tangkap Pegawai Dirjen Bea Cukai

Martabe

UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Digugat ke MK

Martabe

Angka Kemiskinan Sumut di Bawah Nasional, Masuk 17 Terendah di Indonesia

Martabe

UNITA Jembatani Pengrajin Baion Matiti 2 dengan Disparpora Humbahas