Dinkes Berikan Penyuluhan Tentang Difteri Kepada Guru dan Murid SMAN 5 Pematangsiantar

- Jumat, 09 Februari 2018 21:45 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/02/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Pematangsiantar (SIB) -Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar memberikan penyuluhan tentang Difteri kepada  para guru dan siswa SMAN 5 Pematangsiantar, Kamis (8/2).Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Anna Rosita Saragi menjelaskan Difteri itu adalah penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh racun yang diproduksi oleh bakteri Corynobacteriun diphtneriae, dengan ditandai oleh keberadaan selaput putih keabu-abuan di saluran nafas dan tenggorokan yang bisa menyebabkan sesak nafas dan bila tidak ditangani penyakit ini bisa membawa kematian. "Gejala Klinis Difteri, yakni demam yang tidak terlalu tinggi (sekitar 38 derajat celcius), batuk nyeri dan sulit menelan sampai sesak nafas, keberadaan selaput berwarna putih keabu-abuan di amandel atau saluran, pembesaran kelenjar getah bening di leher (Bull neck) dan gangguan irama jantung karena racun yang diproduksi oleh kuman ini dan bila tidak ditangani menyebabkan kematian. Vaksin Difteri adalah vaksin yang dapat mencegah penyakit difteri dan tersedia dalam berbagai bentuk kombinasi, yaitu  vaksin DPT-HB-Hib, DT, Td dan lainnya,'' katanya.ORI (Outbreak Responese Immunization) adalah kegiatan tambahan yang khusus dilakukan daerah yang mengalami kejadian luar biasa (KLB) sebanyak 3 putaran dengan jarak antara dosis pertama-kedua adalah 1 bulan dan dosis kedua-ketiga adalah 6 bulan dengan ketentuan Imunisasi DPT-HB-Hib untuk anak usia <5 tahun, Imunisasi DT untuk anak usia 5 sampai < 7 tahun dan Imunisasi Td untuk anak usia> 7 tahun.Anna menambahkan, akan membagikan leaflet atau selebaran informasi ke Puskesmas dan akan menyebarkan selebaran tersebut ke masyarakat," ujarnya.Sementara Kadis Kesehatan, dr Ronald Saragih MKes mengatakan, penyakit difteri itu bisa dicegah dengan imunisasi, seperti DPT dan difteri ini bisa menimbulkan infeksi kepada orang yang daya tubuhnya rendah. "Untuk itu, kalau ada yang meragukan gejala tersebut segeralah memeriksakan diri ke Puskesmas maupun rumah sakit terdekat. Masa inkubasi 2-5 hari, kami nyatakan, Siantar Kejadian Luar Biasa (KLB) dan paling lama 14 hari KLB, masalah penyakit menular ini tidak mengenal wilayah," ungkapnya.Turut dihadiri selain guru-guru dan murid, yakni Kasi Promkes Hotma Silalahi, SSit beserta staf Evy Purba SKM, Yenny Sihotang SKM, Rianto Saragih, Rosma Dewi SST dan petugas UKS SMAN 5, Norma Girsang. (D10/d)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

PT Dairi Prima Mineral Perkuat Komitmen Sosial Lewat Program PPM dan Aksi Kemanusiaan Sepanjang 2025

Martabe

Pohon Tua di Pintu Air IV–Bunga Rampai Ancam Keselamatan Warga

Martabe

Yahdi Khoir Protes Keras Eksekusi Lahan Petani Padang Halaban Berkonflik Dengan PT SMART

Martabe

Pemprov Sumut Minta Seluruh Perusahaan Taat Menjamin Kesehatan Pekerja

Martabe

SMK Swasta Al Washliyah 2 Perdagangan Laksanakan UKK Berbasis LSP P3 kepada Siswa Kelas XII

Martabe

20 Siswa Peroleh Beasiswa Yayasan Matauli, Siap Ikuti Kurikulum International Baccalaureate