Pemko Tebingtinggi Peringati HPSN 2018 dan TBBS

Umar Minta Bank Sampah dan Kreativitas Daur Ulang Ditingkatkan

- Jumat, 23 Februari 2018 22:25 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/02/hariansib_Umar-Minta-Bank-Sampah-dan-Kreativitas-Daur-Ulang-Ditingkatkan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
SIRAM: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyiram pohon yang ditanamnya dalam acara HPSN 2018 dan program TBBS, Rabu (21/2), di lokasi TPST.
Tebingtinggi (SIB)  -Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan meminta bank sampah dan warung daur ulang meningkatkan kreativitasnya. Pasalnya, sampah bukan lagi barang tidak berguna, melainkan sudah memiliki nilai ekonomi. "Sampah jika dikelola dengan baik bisa menghasilkan uang  lebih besar dari gaji seorang PNS, itu jika kita sungguh-sungguh dan profesional. Persoalannya kita masih malas mengelolahnya," kata Umar dalam acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018 dan program Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS), Rabu (21/2) di lokasi Tempat Pembungan Sampah Terpadu (TPST) Jalan Baja Kecamatan Padang Hilir.Umar mengatakan, mulai saat ini harus berani merubah pola pikir, sampah bukan menjadi beban melainkan sesuatu yang bisa diolah dan menghasilkan uang. "Itu dimulai dari rumah tangga sendiri, tidak lagi dibuang begitu saja tapi pilah, pisah dan olah," katanya.Umar juga mengatakan sesuai data yang dimilikinya, Tebingtinggi setiap hari menghasilkan sampah 120 ton dan yang bisa diolah masih 18-20 ton perhari atau sekitar 15 persen dan 85 persen sisanya belum terolah. "Dan kita harus mengeluarkan biaya besar untuk itu," ujarnya.Jadi, ke depan katanya, pemrosesan sampah dilakukan lebih awal di rumah tangga masing-masing dengan melakukan berbagai upaya. Menurut dia, hal itu sudah dilakukan masyarakat di Pulau Jawa. "Akhirnya biaya listrik dan air rumah tangga bisa terbayar dari uang jualan sampah," katanya.Umar menambahkan, kegiatan itu ada kaitannya dengan penilaian Adipura yang setiap tahun semakin ketat dan selektif. Selama tiga bulan ini berbagai kegiatan kebersihan harus dilakukan dan akan dilihat pemerintah pusat."Tebingtinggi sebagai Kota Adipura di Provinsi Sumatera Utara harus mampu melaksanakan komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif dan kota kita ini harus tetap jadi Kota Adipura," tegasnya.Kegiatan itu juga diisi gotong royong dan penanaman pohon berbagai jenis di sepanjang Jalan Baja. (BR3/q)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

RUPS PT Sari Mutiara Digelar, Pemegang Saham Soroti Transparansi Laporan Keuangan dan Aset

Martabe

Menkeu Tambah Rp100 Triliun ke Himbara Jelang Lebaran

Martabe

TNI: Bentuk Tanggung Jawab, Jabatan Kabais Diserahkan Hari Ini

Martabe

Polres Belawan Laksanakan Tahapan Seleksi Penerimaan Anggota Polri

Martabe

Bupati Simalungun Ajak DPRD Perkuat Sinergi Bangun Daerah

Martabe

Wacana Belajar di Rumah Dibatalkan Pemerintah, Sekolah Tetap Tatap Muka