Medan (SIB) -Kalangan DPRD Sumut mengaku sangat prihatin melihat kondisi jalan menuju pemukiman Huntap (hunian tetap) pengungsi erupsi Gunung Sinabung di Ndokum Siroga I Desa Surbakti Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo yang kondisinya hancur-lebur, sehingga anak sekolah maupun warga yang melintasi jalan berlumpur tersebut terpaksa buka sepatu maupun sandal.Keprihatinan tersebut disampaikan anggota DPRD Sumut Dapil Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Siti Aminah Peranginangin SE, Leonard Samosir SH dan Toni Togatorop kepada wartawan, Sabtu (3/3) di Medan menanggapi jalan menuju pemukiman Huntap Ndokum Siroga I."Sungguh sangat memprihatinkan, kondisi jalan yang berlumpur dan digenangi air di sepanjang jalan (persisnya di persimpangan jalan kabupaten jurusan Simpangempat-Payung) menuju Huntap sangat hancur dan berlumpur bagai kubangan kerbau, karena belum tersentuh pembangunan," ujar Leonard.Para pelajar SD maupun SMP yang tinggal di pemukiman Huntap tersebut, tambah Toni dan Leonard, setiap harinya melintasi jalan dimaksud, baik ketika berangkat dan pergi ke sekolah, sangat berharap agar sarana penghubung itu secepatnya diperbaiki, agar tidak lagi buka sepatu ketika melintasi jalan berlumpur.Dengan kondisi jalan ke Huntap seperti kubangan kerbau, para pengungsi merasa diabaikan, sehingga Siti Aminah mendesak Pemkab Karo maupun BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) segera melakukan perbaikan, agar masyarakat pengungsi tidak lagi buka sepatu ketika melintasi jalan tersebut.Ketika hal ini dikonfirmasi wartawan kepada Kepala BPBD Karo Martin Sitepu beberapa waktu lalu mengakui, jalan tersebut akan segera diperbaiki dan ditargetkan pada Juni mendatang sudah mulus, jika kondisi pembangunan Huntab sudah tuntas. (A03/d)