Taput (SIB) -Polres Tapanuli Utara bersama petugas Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan pisik kendaraan angkutan lebaran tahun 2018, di Terminal Madya Tarutung, Senin (11/6).
Pemeriksaan itu dilakukan langsung Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas Marasi Silaen, bersama Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tarutung Kementerian Perhubungan Jumanter Pangaribuan, Kadis Perhubungan Taput Erikson Siagian, Kasat Lantas AKP Tohap Sibuea, Kasat Sabhara AKP D Sinaga dan sejumlah personel dari Polres dan Dishub.
Pemeriksaan meliputi kelayakan kendaraan, kesehatan sopir, tes urin bagi sopir serta pemeriksaan surat - surat kendaraan.
AKBP Horas Marasi Silaen mengecek satu per satu bus dan meminta sopir berhati - hati dalam mengemudi.
"Jangan kebutan-kebutan. Keselamatan penumpang yang paling utama. Saya minta, sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) ada sopir dua. Bila lelah, ada yang menggantikan. Sebab keselamatan penumpang sangat diutamakan," ujarnya.
Dalam tes urin, sopir serap bus Sumatera Tapanuli Transport (STT) Suna Aruan (28), warga Kisaran Kabupaten Asahan, positif Narkoba dan langsung diamankan ke Polres Taput.
Sementara bus AKDP STT Nomor 74 jurusan Tarutung - Tanjungbalai ditunda keberangkatannya menunggu hasil klarifikasi pihak bus ke polisi.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tarutung Kementerian Perhubungan Jumanter Pangaribuan kepada SIB mengatakan, pemeriksaan pisik kendaraan sudah berlangsung pada 8 Juni lalu atau H - 7 lebaran dan akan berakhir pada 24 Juni mendatang atau H + 7 lebaran.
"Kita mengecek kelayakan kendaraan, kesehatan sopir dan tes urin untuk keselamatan penumpang. Bila sopir kurang fit, kita menyarankan supaya beristirahat," katanya.
Ia juga menjelaskan, mulai H - 7 atau 8 Juni lalu, jumlah kendaraan dan penumpang sudah mengalami peningkatan. Pada Jumat (8/6), bus AKAP yang layak berjumlah 21 bus dengan jumlah penumpang 1396 orang. Sementara bus AKDP yang layak berjumlah 98 bus dengan jumlah penumpang 1410 orang dan yang tidak layak 7 bus. Kemudian pada Sabtu (9/6) atau H - 6, bus AKAP yang layak berjumlah 10 dengan jumlah penumpang 235 orang dan jumlah bus AKDP yang layak 89 bus dengan jumlah penumpang 1844 orang dan yang tidak layak 5 bus. Sedangkan pada Minggu (10/6) atau H - 5, bus AKAP yang layak berjumlah 6 dengan jumlah penumpang 128 orang dan bus AKDP yang layak berjumlah 65 dengan jumlah penumpang 232 orang dan yang tidak layak 1 bus.
Ia juga mengungkapkan, saat ini kondisi Terminal Madya Tarutung fasilitasnya belum lengkap mulai toilet dan ruang tunggu serta ruang peristirahatan bagi penumpang dan sopir.
"Tahun ini, kita sedang mengusulkan pembenahan terminal ini. Rencananya, Terminal Madya Tarutung akan dilengkapi fasilitas minimarket, toilet, ruang tunggu dan hotel. Diperkirakan, tahun 2020 terminal ini sudah lengkap fasilitasnya," ujarnya.
Kadis Perhubungan Taput Erikson Siagian mengatakan, Dishub Taput menyediakan dua bus di Bandara Internasional Silangit untuk membawa penumpang dari Silangit ke Terminal Madya Tarutung. (G03/f)