Bupati Humbahas Hadiri Panen Raya Jagung di Lintongnihuta

- Rabu, 25 Juli 2018 20:03 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/07/hariansib_Bupati-Humbahas-Hadiri-Panen-Raya-Jagung-di-Lintongnihuta.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Frans Simanjuntak
PANEN : Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor didampingi Kadis Pertanian Junter Marbun, Kabag Protokol Sabar Lampos Purba, Camat Lintongnihuta Jara Trisepto Lumbantoruan dan beberapa staf dan PPS melaksanakan panen raya jagung seluas 5 hektare di Desa Sitolu

Humbahas (SIB) -Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor didampingi Kadis Pertanian Junter Marbun, Kabag Protokol Sabar Lampos Purba, Camat Lintongnihuta Jara Trisepto Lumbantoruan dan beberapa staf dan PPS melaksanakan panen raya jagung seluas 5 hektare milik seorang warga di Desa Sitolu Bahal, Kecamatan Lintongnihuta, Selasa (24/7).

Dosmar mengaku bangga dan mengapresiasi keseriusan para petani di daerah itu untuk mengikuti progran pertanaman jagung itu. Katanya, dengan adanya program itu saat ini sudah banyak petani yang sudah menikmati hasilnya karena adanya jaminan harga serta biaya pengolahan yang begitu murah 

"Ini sangat luar biasa. Selama ini mereka (masyarakat) bercocok tanam cabe, tomat dan kol. Memang panennya melimpah, tapi untungnya sangat kecil, karena biaya sangat tinggi dan harga tidak menentu. Sedangkan dengan pertanamanan jagung ini, harga sudah pasti, biaya rendah, tentu keuntungan akan lebih besar," katanya.

Lebih lanjut dia merinci, sesuai laporan kelompok tani dan masyarakat, rata-rata untuk satu hektare tanaman jagung dapat menghasilnya 5-6 ton per hektare. Dengan biaya produksi 4-5 juta per hektare. Sudah termasuk biaya sewa traktor, pupuk dan tenaga kerja.

"Laporan dari kelompok tani di sini, dalam waktu dekat  mereka akan panen jagung seluas 15 hektare. Rata-rata per hektare bisa panen 5-6 ton. Dengan harga pasaran sekarang Rp3.500. Jadi mereka akan menghasilkan uang sebanyak Rp315 juta. Bila dikurangi biaya produksi Rp100 juta, mereka sudah untung  Rp215 juta. Jadi, memang program pertanaman jagung ini sangat menjanjikan," sebutnya.

Untuk itu, ke depan dia berharap, masyarakat lebih memfokuskan diri untuk program pertanaman jagung menjadi tanaman prioritas, tanpa melupakan tanaman holtikultura lainnya. "Oleh karena itu, kita fokus untuk komoditas jagung untuk tanaman prioritas. Bukan berarti yang lain tidak kita tanam. Tapi inilah yang kita prioritaskan. Karena itu tadi, biayanya sangat terjangkau namun untung sangat banyak," ujarnya.

Dosmar menambahkan, awalnya program pertanaman jagung sempat tidak diterima beberapa masyarakat dan bahkan menilai program itu akan gagal. Namun pada kenyataannya sekarang masyarakat sudah banyak yang  terbantu dan berbangga hati dengan adanya program pertanaman jagung di Humbahas.

"Kalau tidak ada program pertanaman jagung di Kabupaten Humbang Hasundutan, saya pastikan tidak akan ada hasil seperti ini. Memang awalnya kita banyak mendapat makian dengan adanya program ini. Namun inilah hasilnya. Masyarakat sudah mulai merasakan dampak dari program ini. Ada satu permintaan saya, kalau nanti hasil jagung ini sudah diterima, supaya bapak ibu sekalian memberikan persembahan kepada Tuhan," katanya.

Sementara itu, seorang  pemilik lahan jagung yang sedang dipanen bernama Arion Marbun menyampaikan terimakasih dan berbangga hati kepada pemerintah, yang membuat  terobosan atau program  yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat petani.

Dikatakan, program pertanaman jagung sangat efisien untuk dilakukan dan dapat tumbuh dengan bagus bila serius melakukannya. Selain itu, masa panen juga lebih cepat. 

"Mungkin di beberapa kecamatan, program pertanaman jagung kurang menyentuh kehidupan masyarakat, tetapi bagi kami program ini jagung sangat menyenyentuh kehidupan kami sebagai petani. Karena itu saya berharap supaya selanjutnya Pemerintah Humbang Hasundutan senantiasa memerhatikan program-program yang langsung menyentuh kehidupan para petani. Karena pada umumnya masyarakat Humbang Hasundutan adalah mayoritas petani," ucap Arion.

Hal yang sama juga disampaikan  tokoh masyarakat lintongnihuta, Kp Mail Sihombing. Dia mengaku sangat senang dengan program bupati yang menggalakkan sektor pertanian demi meningkatkan taraf hidup.

"Dengan bantuan alat-alat pertanian dari pemerintah, kami bisa mengolah lahan kosong yang sudah puluhan tahun tidak berfungsi. Namun kini kami sudah merasakan hasilnya bagi kehidupan keluarga kami", katanya. (BR8/c)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Pasca Jadi Tersangka, Kadis Koperasi dan UKM Sumut Jarang Masuk Kantor

Martabe

Kasum TNI Tinjau Rehabilitasi Sekolah dan Jembatan Pascabencana di Tapteng

Martabe

Sekda Samosir Sudah Tiga Kali Diperiksa Kejari Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bansos

Martabe

Tingkatkan Profesionalisme Personel, Polres Tanjungbalai Gelar Pelatihan Fungsi Teknis Lantas

Martabe

Wabup Tapteng Dampingi Kasum TNI Tinjau Penanganan Pemulihan Bencana di Tukka

Martabe

Kemenimipas Drop 30 Ribu Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Hari Bhakti Imigrasi