Simalungun (SIB)- Tujuh umbul yang berfungsi sebagai sumber mata air yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lihou Kabupaten Simalungun surut, akibat kemarau panjang yang terjadi saat ini, akibatnya warga kesulitan untuk mendapatkan air.Ketujuh umbul air tersebut terletak di Bahapal Kecamatan Raya, Sindar Raya Kecamatan Raya Kahean, Sidamanik Kecamatan Sidamanik, Tigarunggu Kecamatan Purba, Saran Padang Kecamatan Dolok Silau, Tanah Jawa Kecamatan Tanah Jawa dan Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horison.Direktur Teknik PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun Yahmin Idris Purba mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan, terkait air mati di Kecamatan Raya dan Panei, Selasa (21/8) di Pamatang Raya.Dengan surutnya air di umbul mengakibatkan distribusi air ke rumah penduduk menjadi terganggu. Saat ini untuk di Kecamatan Raya, pihaknya sedang melakukan perbaikan di Umbul Bah Kuok, agar pendistribusian air untuk Kecamatan Raya bisa dibagi tidak hanya bersumber dari Bahapal dan Tigarunggu.Tahap pekerjaan sedang berlangsung, sehingga ketika umbul yang di Bah Kuok selesai pihaknya bisa melakukan pembagian pendistribusian air untuk Kantor Bupati, Kantor DPRD, Polres, Kodim dan Kantor PDAM akan memanfaatkan umbul Bah Kuok. Sedangkan untuk warga Sondi Raya sekitarnya, memanfaatkan sumber air umbul yang di Bahapal dan Tigarunggu.Terkait adanya keluhan warga di Siborna, atas matinya air hal tersebut, disebabkan adanya penggalian parit dampak perbaikan jalan yang sedang berjalan di Kecamatan Sidamanik, sehingga pipa banyak yang pecah. Meski demikian, pihak PDAM Tirta Lihou sudah melakukan pergantian pipa dan ada pegawai yang standby di lokasi proyek.(D04/d)