Pangkalansusu (SIB) -PT Indonesia Power UJP (Unit Jasa Pembangkitan) PLTU Pangkalansusu, Minggu (2/9) memberikan bantuan kepada 135 orang nelayan pesisir Desa Pulau Sembilan, Kecamatan Pangkalansusu, Langkat, masing-masing mendapat 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, 1 dus mie instan dan 1 kotak susu.
Anak perusahaan PT PLN ini juga sebelumnya telah memberikan bantuan bibit ikan bandeng buat nelayan di desa, termasuk mengadakan pengobatan gratis untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di Desa Pulau Sembilan.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian PT Indonesia Power terhadap masyarakat yang bukan saja hanya bagi warga Desa Pulau Sembilan, tapi juga di sejumlah desa/kelurahan sekitar area kerja perusahaan, termasuk lingkungan sekolah dan penghijauan serta bantuan terhadap rumah ibadah di Kecamatan Pangkalansusu.
Hadir dalam penyerahan sembako, Manajer Administrasi, Sentot Kristanto, Ahli Muda bidang Humas, CSR dan Keamanan, Ferdi Rinaldy, Supervisor Senior Bagian Umum, Miduk Hutasoit, tokoh masyarakat dan pemuka nelayan di desa itu.
Pada kesempatan itu, Miduk Hutasoit mengatakan, selain bantuan sosial, masalah pengobatan gratis tetap akan menjadi perhatian serius perusahaan. "Pengobatan gratis, akan lebih ditingkatkan dan ini sudah menjadi komitmen dari perusahaan," ucapnya.
Menyangkut adanya pertanyaan warga kenapa sampai kini PLN memberikan layanan listrik hanya pada malam hari saja di desa ini, sementara lokasi PLTU berdekatan dengan desa mereka, Miduk menyatakan, PT Indonesia Power bidang tugasnya memproduksi listrik, sementara masalah transmisi, pengaturan beban dan distribusi itu bidangnya lain lagi.
Meskipun begitu, Miduk akan menyampaikan aspirasi dari masyarakat Pulau Sembilan kepada pihak terkait. Ia meminta kepada warga agar bersabar dan mudah-mudahan apa yang diinginkan masyarakat ada jalan keluarnya.
Selain bantuan sosial, lanjutnya, PT Indonesia Power siap memberikan kesempatan kepada warga Desa Pulau Sembilan, apabila ada rekrutmen tanaga kerja. Warga desa ini akan mendapat proritas apabila ada peluang penerimaan tenaga kerja sesuai dengan disiplin ilmi yang dimiliki atau pengalaman kerjanya.
Terkait adanya pernyataan masyarakat, bahwa untuk masuk kerja di PLTU harus memberi uang kepada oknum tertentu, itu tidak benar, makanya ia meminta kepada masyarakat untuk segera memberitahukan siapa oknumnya. Berikan informasi jika ada oknum yang memungut uang dalam merekrut tenaga kerja dan akan kami tindak tegas. "Tidak ada pungutan uang masuk kerja di PLTU Pangkalansusu," terang Hutasoit. (A28/d)