Medan (SIB) -Sepuluh tahun pemekaran Labuhanbatu Selatan (Labusel) dari kabupaten induk Labuhanbatu masih membutuhkan perhatian yang lebih besar bagi pembenahan insfrastruktur, peningkatan SDM, pelayanan kesehatan dan pelayanan publik.
Berbagai pembenahan tersebut harus menjadi prioritas yang harus dikerjakan Pemkab Labusel guna memenuhi harapan masyarakat dan para penggagas pemekaran kabupaten tersebut.
Demikian kesimpulan dari Seminar yang digelar Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (PB Iklas) Sabtu (1/9), di Hotel Madani Medan.
Sesepuh masyarakat Labuhanbatu Abdul Wahab Dalimunte yang juga anggota DPR RI menyoroti masalah pembangunan insfrastruktur yang belum merata dan kurang maksimalnya upaya Pemkab dalam menyelesaikan perbaikan jalan lingkar .
Begitu juga pembangunan terminal, pembangunan pasar tradisional dan modern serta pendistribusian air bersih dinilai belum memuaskan.
H Amansyah Nasution yang juga Ketua Baznas Sumut juga menyoroti belum terlihatnya keseriusan Pemkab dalam merevitalisasi cagar budaya yang cukup banyak di Labusel.
Moderator M Tumpal Panggabean memandu jalannya seminar dengan narasumber lainnya seperti DR M Yusuf Harahap MSi (Ketua Prodi Ilmu Ekonomi UNIMED ), DR Ir Munir Tanjung MM ( Kabid Program Bappedasu). Ir H Subahri Ritonga MM (Mantan Direksi Perencanaan dan Adm Keuangan PDAM Medan). Ketua Umum PB Iklas Rivai Nasution didampingi Ketua Panitia DR Iwan Nasution MH mengungkapkan tujuan seminar untuk melihat sejauh mana pembangunan yang telah dilaksanakan 10 tahun setelah pemekaran dan berupaya memberikan kontribusi berupa konsep percepatan pembangunan kedepannya.
Hadir dalam seminar Sekda Labuhanbatu Selatan Zulkifli mantan Wakil Bupati Labusel Maslim Pulungan, anggota DPRD Labusel Fery Andhika, tokoh masyarakat Labusel H Mukhsin Siregar, H Mukhtar Hasan Hasibuan, H Hamlet Harahap, Usman Nasution dan Syahrizal Pulungan.(R18/d)