2 Tahun Atap Ruang Belajar SDN 095161 di Sipolin Dibiarkan Rusak

- Kamis, 06 September 2018 19:33 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir092018/hariansib_2-Tahun-Atap-Ruang-Belajar-SDN-095161-di-Sipolin-Dibiarkan-Rusak.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Mey Hendika Girsang
RUSAK : Kurang lebih 2 tahun atap ruang belajar SD Negeri 095161 di Dusun Sipolin Nagori Seribu Jandi Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun rusak tanpa perbaikan. Foto dipetik, Rabu (5/9).

Simalungun (SIB) -Kurang lebih 2 tahun, atap ruang belajar sekolah SD Negeri 095161 di Dusun Sipolin Nagori Seribu Jandi Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun seperti dibiarkan rusak tanpa perbaikan. Akibatnya, saat hujan turun ruang belajar itu banjir, membuat proses belajar mengajar terganggu.

"Atap itu rusak karena dihantam angin kencang sekitar 2 tahun lalu. Mirisnya, tak kunjung diperbaiki hingga sekarang. Tentu, kita sebagai warga kampung sangat prihatin melihat kondisi itu," kata seorang warga setempat E Purba, Rabu (5/9) di Sipolin.

Menurutnya, keadaan itu tak pantas diabaikan. Sebab, sekolah itu sebagai tempat untuk menempah generasi bangsa di masa depan. "Semua pajabat negara ini, diawali dari SD. Tapi kenapa diabaikan SD itu. Karena berada di pelosok desa ya?," ucap Purba kesal.

Saat SIB berkunjung ke sekolah itu, Rabu (5/9) pagi, memang benar atap ruang belajar tersebut rusak. Guru sekolah itu mengakuinya. "Ya, sekitar 2 tahun (rusak). Itu ruang belajar kelas 2. Kalau hujan turun, banjirlah ruangan belajar itu," kata seorang guru yang tak ingin ditulis namanya.

Ditanya, apa tidak ada kepedulian kepala sekolah? "Sudah sekitar 3 bulan tidak ada kepala sekolah di sini. Empat tahun lalu pun, kepala sekolahnya hanya pelaksana tugas (Plt). Kalau masalah kepeduliannya, ya, saya kurang tahu," ujarnya.

Guru itu pun membeberkan, selama 4 tahun terakhir, hanya 66 eksemplar buku, 13 meja, 24 kursi dan sekitar 6 papan spanduk bertuliskan motivasi atau himbauan yang bertambah menjadi inventaris sekolah.

"Cuma itulah inventaris sekolah yang dibeli sekitar 4 tahun terakhir," ungkap guru itu seraya menyebut jumlah siswa sekolah tersebut sebanyak 53 orang, gurunya 2 PNS dan 3 honorer.

Pantauan wartawan, keadaan sekolah itu cukup memprihatinkan. Sebagian ruangan, ada plafonnya yang sudah bolong. Tembok penahan tanah di halaman ruang belajar pun ada yang ambruk. Perumahan sekolah itu pun sangat rusak berat dan terlantar. Dilihat dari keadaannya, sekolah itu kurang pantas sebagai sekolah negeri untuk menimba ilmu. (D06/d)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

PSMS Menangi Derby Sumatera Lawan Persiraja di Banda Aceh

Martabe

PDIP Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Medan Labuhan

Martabe

BPS: Nilai Impor Sumut Turun 5,23 Persen

Martabe

Medsos Rawan Informasi Tak Berimbang, Dinkes Medan Ajak Warga Percaya Media Massa

Martabe

Maha Sendi S Milala Ketua KORMI Kabupaten Karo 2026 - 2030

Martabe

Polisi GSN di Pinggiran Rel Kereta Api, Enam Orang Diamankan