Simalungun (SIB) -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Simalungun, Bona Uli Rajagukguk SH menyarankan agar Dana Desa (DD) digunakan untuk mengembangkan perekonomian desa yang selama ini masih tertinggal. Hal itu disampaikannya kepada SIB via seluler di Pematangsiantar, Minggu (16/9).
"Selama tiga tahun berturut turut kita lihat, dana desa hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Tidak pernah dipikirkan untuk meningkatkan perekonomian desa. Apakah seorang kepala desa tidak memiliki visi misi untuk menciptakan suatu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sehingga dapat menampung seluruh potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjadikan desa tersebut menuju mandiri," kata Bona.
Pria berusia 29 tahun ini menuturkan, melihat 3 tahun terakhir sejak dana desa dikucurkan, hampir di seluruh desa di Simalungun hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tanpa memikirkan perkembangan ekonomi desa. Dari 386 desa di Simalungun, apakah sudah seluruhnya memiliki usaha. Tentu, belum seluruhnya, ini harus dipikirkan.
"Kita tidak bisa pastikan apakah DD seterusnya dikucurkan oleh pemerintah pusat, jika hanya memikirkan pembangunan infrastruktur, kapan kita memikirkan kemandirian desa. Jika infrastruktur terus menerus yang dibangun, tentu lima tahun ke depan, kita tidak bisa pungkiri, apa yang sudah dibangun, pasti akan mengalami kerusakan. Berbeda jika kita membangun suatu usaha di desa, yang mungkin setiap tahunnya dapat meraup keuntungan," jelasnya.
Bona berharap dinas terkait sudah seharusnya memiliki konsep, bagaimana menjadikan kemandirian desa, bukan malah mengintervensi pengelolaan DD. "Kita berharap 2019 sudah harus ada suatu bentuk usaha di setiap desa. Sehingga bisa mendatangkan keuangan desa itu sendiri," kata pria yang juga Ketua Karang Taruna Simalungun tersebut menegaskan.
Lebih lanjut disampaikannya, usaha yang akan dibentuk juga harus memiliki badan hukum. Agar tidak terjadi penyimpangan keuangan bagi setiap pengelola usaha desa. (D12/f)