Surat Wantim Diabaikan, 6 Bakal Caleg Perempuan Golkar Tebingtinggi Mengundurkan Diri

- Kamis, 20 September 2018 18:46 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir092018/hariansib_Surat-Wantim-Diabaikan--6-Bakal-Caleg-Perempuan-Golkar-Tebingtinggi-Mengundurkan-Diri.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Japet Arki Bangun
SERAHKAN: Bacaleg Perempuan Golkar Riski Rinda Amelia Bangun didampingi LO Partai Golkar Edi Azhar Nasution menyerahkan surat pernyataan pengunduran diri ke KPU Tebingtinggi, Selasa (18/9).

Tebingtinggi (SIB) -Surat Dewan Pertimbangan (Wantim) Golkar Tebingtinggi diabaikan oleh DPD Golkar Sumut terkait pelaksanaan Musda IX Golkar Tebingtinggi. Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Perempuan Golkar Tebingtinggi menyerahkan surat pernyataan pengunduran diri ke KPU Tebingtinggi.

"6 caleg Perempuan Golkar menyatakan mengundurkan diri untuk tidak masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Pileg," ucap Bacaleg Perempuan Golkar Riski Rinda Amelia Bangun didampingi LO Partai Golkar Edi Azhar Nasution kepada SIB di KPU Tebingtinggi Jalan Rumah Sakit Umum.

Riski mengatakan pengunduran diri sebagai Bacaleg Perempuan Golkar dikarenakan tidak ada keseriusan DPD Golkar Sumut untuk membesarkan partai Golkar di Tebingtinggi. Hal ini terlihat surat Wantim Golkar Tebingtinggi tentang permohonan Musda IX digelar usai Pemilu 2019 diabaikan dan tetap digelarnya di Medan, Senin (17/9).

"Wantim memohon penundaan, tapi DPD Golkar Sumut tetap melaksanakan Musda. Inikan menjadikan kader Golkar terpecah belah," tandasnya.

 Riski juga menjelaskan bahwasanya pelaksanaan Musda IX DPD Golkar Tebingtinggi di Medan diduga adanya keberpihakan dari Pimpinan Musda Riza Fachrumi Thahir. Dimana pelaksanaannya tidak mengacu pada Tata Tertib (Tatib) Musda sebagaimana diatur dalam Juklak 05.

"Untuk memenangkan salah satu kandidat, semua dihiraukan baik permohonan Wantim dan Tatib Musda," katanya.

"Jika Plt Ketua DPD Golkar Sumut dan pengurus yang terlibat di Musda tidak memikirkan kader dan bacaleg untuk tetap solid dalam memenangkan Golkar Tebingtinggi untuk apa kami (bacaleg perempuan) berjuang lebih baik kami mengundurkan diri. Jadi untuk apa  berjuang  kalau  DPD Golkar Sumut menjadikan Kader dan Bacaleg Golkar terpecah belah," tegasnya.

Adapun 6 bacaleg perempuan Golkar yang menyatakan pengunduran diri supaya tidak lagi masuk dalam DCT nantinya yakni Dapil I Winda Adriana Pratiwi, Indah Ramadani, Riski Rinda Amelia Bangun, Dapil II Mulahati Panjaitan, Dapil III Suci Listia Novrita, Sri Wahyuni.

Sementara itu, Ketua KPU Tebingtinggi Abdul Khair membenarkan adanya surat pengunduran bacaleg perempuan Golkar Tebingtinggi yang langsung diantarkan oleh LO Partai Golkar Tebingtinggi Edi Azhar Nasution.

"Ya. Surat pengunduran tersebut sudah diterima dan akan dibawa ke rapat Pleno bersama komisioner lainnya," katanya. (C03/l)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Pria 41 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Parapat

Martabe

Pelajar SMP Tewas Disambar Kereta Api di Medan Denai

Martabe

Nyaris Bentrok, Ratusan Mahasiswa Demo Minta Walikota Medan Jangan Jadi Budak Oligarki

Martabe

Anggota DPRD Deliserdang Sesalkan Tukar Uang Rupiah Baru di Lapangan Merdeka Medan Pasang Tarif 30 Persen

Martabe

Polres Labuhanbatu Musnahkan Sabu 30 Kilo dan 29.826 Butir Ekstasi

Martabe

PMI Medan dan Palang Merah Amerika Paparkan Program Ketahanan Panas