Kunjungan Kerja Perdana ke Tobasa, Gubsu Ajak Bersama Membangun Sumut

- Jumat, 21 September 2018 16:53 WIB

Warning: getimagesize(): SSL operation failed with code 1. OpenSSL Error messages: error:0A000438:SSL routines::tlsv1 alert internal error in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(): Failed to enable crypto in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir092018/hariansib_Kunjungan-Kerja-Perdana-ke-Tobasa--Gubsu-Ajak-Bersama-Membangun-Sumut.jpg): Failed to open stream: operation failed in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/ Bonny Sembiring
ANTRI: Warga tampak berdesakan mengantri di depan PT Tondong Jaya untuk mendapatkan gas LPG 3 Kg yang belakangan ini langka di Tebingtinggi, Rabu (19/9).

Tebingtinggi (SIB) -Gas LPG 3 Kg di Kota Tebingtinggi langka, membuat warga resah dan harus rela mengantri hingga berjam-jam untuk mendapatkan gas bersubsidi pemerintah itu. Kelangkaan gas melon di Kota Lemang ini disebut-sebut mulai terjadi sejak sepekan terakhir.

Amatan SIB di salah satu pangkalan gas PT Tondong Jaya di Jalan Jendral Sudirman, Rabu (19/9) siang, tampak sejumlah warga rela mengantri demi mendapatkan gas 3 Kg. Bahkan ada juga warga yang terpaksa pulang, karena tidak memperoleh gas tersebut. 

Salah seorang warga, Fadli Tanjung (40) warga Jalan Suprapto, Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis kepada wartawan di lokasi menyatakan kekesalannya terhadap Dealer LPG Pertamina, PT Tondong Jaya, karena dia sudah mengantri hampir tiga jam, tapi belum juga memeroleh tabung gas melon tersebut. 

Padahal, akunya, mobil pemasok gas baru saja datang dan menurunkan tabung-tabung yang berisi gas di pangkalan itu.

Fadli pun menyebut, bahwa PT Tondong Jaya diduga bertindak curang terhadap warga, sebab pihak pangkalan dinilai tebang pilih ketika menjual tabung gas LPG bersubsidi itu kepada konsumen. 

Saat hendak dikonfirmasi mengenai kelangkaan gas tersebut, pemilik PT Tondong Jaya, Koko Liu beserta isterinya langsung marah-marah kepada wartawan dan melarang untuk mengambil foto di sekitar lokasi usahanya.

Ironisnya lagi, pihak pangkalan juga sempat memfoto para "kuli tinta" yang sedang mengambil gambar di lokasi. "Jangan kalian foto-foto saya. Saya tidak terima kalau kalian foto-foto di sini," ucapnya lantang.

Melihat keberadaan gas melon yang sulit didapat, warga pun berharap agar Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi sesegera mungkin turun ke lapangan untuk memantau para agen maupun pangkalan gas yang diduga nakal di daerah ini. 

"Karena dengan kelangkaan gas bersubsidi ini, banyak pangkalan nakal yang menimbun tabung gas dan menjualnya ke luar daerah dengan harga di luar ketentuan pemerintah," beber warga lainnya, Anto S kepada SIB. (C11/h)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Empat Rumah Warga di Labura Ludes Terbakar

Martabe

BI dan Pemko Medan Sidak Pasar, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran

Martabe

Rico Waas Berangkatkan 4.000 Peserta Mudik Bareng Pemko Medan

Martabe

H-6 Lebaran 2026, Terminal Penumpang Bandar Deli Belawan Telah Layani 13.084 Penumpang

Martabe

Terminal Lubukpakam Sudah Dibangun Megah, Terminal Liar masih Beroperasi

Martabe

Kolaborasi Pemerintah Daerah, Anggota DPR RI Sabam Sinaga Monitoring PIP di Humbahas