Kotapinang (SIB) -Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Labusel menilai penanganan Kecelakaan Lalulintas (Laka Lantas) di wilayah Mapolres Labuhanbatu lamban yang mengakibatkan sejumlah penumpang bus menjadi korban dalam peristiwa itu belum menerima santunan Jasa Raharja.
"Ada tiga penumpang yang merupakan korban dalam peristiwa tergulingnya Bus PT Pinem BK 7366 LC yang terjadi pada Kamis (14/6) lalu di Dusun Kampung Beringin Desa Asam Jawa Kecamatan Torgamba Kabupaten Labusel yang belum menerima santunan Jasa Raharja, yakni Inra Br Hasugian (31), Enda Fania Br Tinambunan (2) dan Monika Br Maharaja (58) keseluruhannya warga Medan. Ironisnya, kejadian itu sudah berlangsung tiga bulan lamanya," kata Ketua GAMKI Labusel Agata Muroisa Karo-karo kepada SIB, Selasa (18/9).
Selain lambannya proses penanganan kecelakaan itu kata dia, pihaknya juga sangat menyayangkan, pihak bus penumpang PT Pinem enggan memberikan rasa kepedulian kepada sejumlah korban yang mengalami luka berat yang pada kejadian itu terpaksa dilarikan ke RSU yang ada di kota Medan. Terlebih saat kejadian itu penanganan evakuasi sejumlah korban untuk mendapatkan pertolongan medis sangat jauh dari harapan.
"Karena lambannya pertolongan, GAMKI akhirnya menyediakan ambulans gratis untuk membawa sejumlah korban ke rumah sakit. Termasuk tiga korban yang saat ini belum menerima Jasa Raharja yang terpaksa dilarikan ke RSU Medan," katanya.
Meski telah berulangkali menghubungi pihak Satlantas Polres Labuhanbatu untuk mempertanyakan hal itu, santunan yang seharusnya diperoleh para korban dari Jasa Raharja belum juga diperoleh. Dengan dalih, ketiga korban harus di BAP terlebih dahulu.
"Alasan pihak Satlantas Polres Labuhanbatu, ketiga korban harus di BAP terlebih dahulu. Sementara, kondisi ketiganya masih dalam perawatan medis di kota Medan. Kalau, pihak Jasa Raharja mengakui tinggal menunggu proses dari Sat Lantas Mapolres Labuhanbatu agar dapat melakukan penyaluran santunan kepada ketiga korban Bus naas itu," katanya.
Kasat Lantas Polres Labuhanbatu AKP Sonny Harsono yang dikonfirmasi mengatakan, akan mengecek terlebih dahulu kejadian Bus Pinem tersebut, dikarenakan telah berlangsung tiga bulan lamanya. Dikatakan, meski ketiga korban dalam kejadian itu belum bisa hadir di Mapolres pihaknya akan menempuh cara lain.
"Saya cek dulu ke pihak penyidiknya ya. Karena kejadiannya sudah tiga bulan. Sedangkan saya masih baru di sini," katanya. (F08/q)