Pematangsiantar (SIB) -Antisipasi kelangkaan elpiji 3 Kg, Pemerintah Kota Pematangsiantar meminta agen, agar tidak melakukan penimbunan. Hal itu disampaikan Asisten III Perekonomian dan Pembangunan, Akhir Harahap seusai beraudiensi dengan sejumlah agen elpiji 3 Kg di Kantor Wali Kota Pematangsiantar, Senin (1/10) sore.
"Untuk itu, kita meminta kepada seluruh agen, agar menekankan kepada 173 pemilik pangkalan elpiji 3 Kg, agar tidak melakukan penimbunan. Pastinya setiap pelanggaran nantinya ada sanksinya," katanya.
Mengenai keluhan masyarakat terkait harga elpiji 3 Kg bersubsidi yang tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), Pemerintah Kota Pematangsiantar akan memberikan imbauan, berupa spanduk yang akan dipasang di seluruh pangkalan.
"Kalau di pangkalan itu HET nya Rp 16 ribu, tapi kalau dieceran kita tidak bisa menekankan karena itu sudah diluar kewenangan," ucap Akhir.
Seluruh agen elpiji 3 Kg diminta untuk bekerjasama dengan lurah setempat . Sehingga agen mengetahui berapa jumlah warga yang membutuhkan gas elpiji 3 Kg.
"Kita akan lakukan pemetaan terkait kebutuhan setiap kelurahan, sehingga kita mengetahui jumlah yang dibutuhkan nantinya. Karena ini kan fluktuatif, ada masyarakat yang berpindah-pindahnya," paparnya.
Ia menambahkan, untuk seluruh PNS di Pematangsiantar agar tidak memakai elpiji 3 Kg yang bersubsidi."Kita ingin dalam seminggu ini, persoalan kelangkaan ini kita selesaikan," harapnya.
Kita juga telah surati PT Pertamina meminta diadakan operasi pasar dan memperbanyak stok di Pematangsiantar, katanya.(D12/c)