Indrapura (SIB) -Bupati terpilih H Zahir mengunjungi penyandang disabilitas yang memiliki berbagai keterampilan dan pengelola unit usaha yang sedang kumpul di Rumah Makan Sempurna Indrapura, Senin (1/10).
Sebagai pekerja sosial masyarakat, Zahir didampingi Bahrumsyah, Kadis Sosial Batubara serta Syaiful Syafri yang juga mantan Kadis Sosial Sumut, dalam pertemuan itu menjelaskan keberhasilannya menjadi Bupati Batubara terpilih hasil Pilkada 2018, tidak terlepas dari keikutsertaan para penyandang disabilitas serta doanya.
Untuk itu wajarlah ia menaruh perhatian terhadap penyandang disabilitas, apalagi bagi pemilik keterampilan dan pengelola unit unit usaha.
Zahir juga mengingatkan, para penyandang disabilitas tidak hanya berprestasi mengembangkan unit -unit usaha, tetapi juga di bidang olah raga. Karena Presiden Joko Widodo juga menaruh perhatian yang luar biasa bagi penyandang disabilitas yang berprestasi di bidang olah raga.
Sementara itu, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia ( PPDI ) Jansen Siagian dalam acara tatap muka itu menjelaskan, penyandang disabilitas di Kabupaten Batubara berjumlah 2800 orang, di antaranya hadir Hairul Sani keahlian pelukis, Anggiat Sitorus ahli servis elektronika, Naiho Napitupulu ahli service televisi, dan untuk kaum perempuan Ernila pemilik kedai tempe, Janur Aini pengelola warung kopi dan Jubaidah industri tas manik-manik di samping ada tenaga pendidik.
Untuk itu, kata Jaksen, melalui pertemuan ini diharapkan Bupati terpilih Batubara bisa menyediakan Balai Latihan Kerja untuk penyandang disabilitas, permodalan usaha yang akan dikembalikan sistem cicilan dan juga BPJS Kesehatan dan BPJS Pekerja Informal.
Di sisi lain, Syaiful Syafri yang juga mantan Kadis Sosial Sumut tahun 2010 menegaskan, perhatian Zahir terhadap penyandang masalah sosial sudah lama. Bahkan sebagai Bupati terpilih ia juga akan memperhatikan tentang daerah kumuh, lanjut usia, wanita rawan sosial ekonomi, anak putus sekolah serta daerah rawan bencana.
Ia juga akan menerapkan setiap desa memiliki 5 pekerja sosial masyarakat dan berdirinya Karang Taruna untuk membantu pemerintah menangani masalah- masalah sosial lainnya.
Sampai saat ini,katanya, pihaknya telah memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Batubara agar Rancangan RAPBD 2019 mengalokasikan anggaran untuk penurunan angka kemiskinan, memprogramkan pemberdayaan masyarakat miskin di samping perhatiannya untuk penyandang disabilitas yang telah menjadi bagian dari visi dan misi, serta program kerja pada pemerintahannya mendatang.(R6/c)