Tanah Karo (SIB) -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) didesak menuntaskan proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) senilai Rp 50 miliar optimalisasi pembangunan air bersih dari perbukitan Sibuaten hutan Siosar Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Apabila pembangunan sarana air bersih terealisasi, tentu kualitas hidup warga dapat meningkat.
Desakan itu disampaikan Ketua Mata Karo, Lloyd Reynlod Ginting didampingi Sekretaris Cristobon Tarihoran kepada Dirut PDAM Tirta Malem Kabanjahe, Arvino Hamsyari ST di ruang kerjanya, Jumat (12/10). Menurutnya, proyek itu merupakan proyek yang sangat penting. Lantaran, air minum merupakan kebutuhan yang mendasar bagi masyarakat. Apalagi daerah Kabupaten Karo khususnya Kota Kabanjahe sudah puluhan tahun krisis air bersih. "Pembangunan sarana air bersih ini adalah bersifat urgen dan prioritas untuk diselesaikan. Mengingat, banyaknya keluhan masyarakat di Kabanjahe yang kesulitan memperoleh air bersih dan harus membeli air Rp 6 ribu per jerigen,"katanya
Ia berharap, agar proyek SPAM ini bisa cepat selesai dan dinikmati oleh masyarakat di Karo. "Kalau bisa masyarakat Kabupaten Karo ini semuanya menikmati air bersih. Dengan adanya proyek SPAM ini, diharapkan membawa dampak besar untuk kesejahteraan masyarakat,"ungkapnya
Lebih lanjut dikatakan, memang selama ini berbagai tantangan terkait dengan air bersih dan sanitasi dihadapi pemerintah Kabupaten Karo baik dari segi manajemen yang kurang baik, problem anggaran dan SDM pengelolaan manajemen air yang belum memuaskan dan belum profesional. Dia berhasil jajaran Pemkab Karo dan PDAM Tirta Malem berkomitmen melakukan peningkatan kinerja yang baik, memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, institusi, pendanaan juga peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan pelayanan air minum dan sanitasi yang lebih baik.
Dirut PDAM Tirta Malem Kabanjahe, Arvino Hamsyari ST mengakui proyek tersebut adalah multi years yang bersumber dari APBN sejak tahun 2016 hingga tahun 2018 dan pelaksanaan proyek masih berjalan.
Menurutnya, berdasarkan keterangan dari pelaksana kegiatan di lapangan, pengerjaan proyek masih berlangsung pipanisasi, agar tersalur air bersih hingga ke Kabanjahe termasuk memperbaiki pipanisasi yang bocor di Desa Salit.
"Kalau ada yang bocor pipanya harus dipesan ke luar negeri di Negara Swis. Berdasarkan keterangan dari pihak pelaksana kegiatan di lapangan, pipa yang dipesan akan datang pekan depan. Dan sejumlah pipanisasi telah dicoba dan dapat mengalir air ke Bulan Jahe. Sehingga apabila finishing pipanisasi ini tidak lagi bocor, kapasitas terpasang nanti mencapai 50 liter/detik,"katanya. (BR2/c)