Tobasa (SIB) -Pembangunan jalan Balige By Pass tahap II saat ini tengah dikerjakan. Masyarakat berharap proyek tersebut dikerjakan tidak asal jadi. Sehingga manfaat jalan alternatif itu ke depan dapat dinikmati dalam waktu yang lama.
"Jalan Balige By Pass ini sangat penting. Kita harap pengerjaannya jangan asal jadi. Khususnya dalam penimbunan, kita minta kualitas tanah timbun sesuai standar yang telah ditetapkan," ucap J Sibuea kepada wartawan, Senin (15/10).
Menurutnya, ada kualitas khusus tanah timbun yang ditetapkan pemerintah dalam membangun jalan, bukan asal tanah timbun. Hal itu sekaitan dengan kualitas jalan itu sendiri. "Jika sembarangan tanah timbun yang digunakan, hasilnya akan bergelombang, tidak rata," katanya.
Ia juga meminta proses menimbun diperhatikan, bukan asal menimbun, tetapi sesuai standar penimbunan. "Kita minta agar instansi terkait benar-benar mengawasi dan memperhatikan kualitas tanah timbun dan proses penimbunan," katanya.
Seperti diketahui, Pemkab Tobasa telah membayar pembebasan lahan jalan Balige By Pass tahap I tahun lalu menggunakan dana APBD. Kemudian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Bina Marga mengalokasikan anggaran pembangunan jalan Balige By Pass. Pengerjaan tahap I telah dilaksanakan dengan kontrak per 17 Mei 2017. Tahap pertama dikerjakan dari Tambunan sepanjang 2 Km.
Kemudian pembebasan lahan tahap II dilanjutkan oleh Pemkab Tobasa dan ditampung dalam APBD Tobasa TA 2017 sebesar Rp 12,8 miliar. Selanjutnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan anggaran pembangunanya, di mana proses pengerjaan masih berlangsung saat ini mulai dari Dolok Nagodang, Desa Hutagaol hingga Desa Sianipar. Ditargetkan, Jalan Balige By Pass akan tembus mulai dari Tambunan hingga Desa Longat. (H01/q)