Pematangsiantar (SIB) -Pemerintah Kota Pematangsiantar menggelar diskusi publik menangkal hoax dengan sejumlah wartawan, LSM dan lembaga lainnya di Restoran Siantar Hotel Jalan WR Supratman Pematangsiantar, Kamis (25/10).
Diskusi menghadirkan narasumber dari AJI Medan Vinsensius Sitepu, Sekretaris Megister Ilmu Komunikasi USU Syafrudin Pohan, Pembanding diskusi Daulat Sihombing dan Kristian Silitonga.
"Melawan hoax atau berita bohong sama halnya dengan melawan sesuatu yang dianggap sebuah kebenaran. Dan itu merupakan urusan yang sangat penting dan mendesak. Kebenaran dalam hal ini adalah yang ditangkap oleh panca indra dan harus dapat dibuktikan," kata Vinsensius Sitepu dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan.
Untuk menangkal hoax yang semakin menyebar terutama melalui teknologi telekomunikasi, menurut Vinsensius harus disertai dengan kecanggihan berpikir kritis, bukan apatis. "Jangan hanya membaca judul. Kemudian lihat sumber beritanya karena orang jarang legitimasi sumber berita. Sedangkan situs berita hoax bisa muncul setiap saat dan kita bisa menghindari jebakan dengan bersikap lebih berhati-hati melihat suatu berita atau situs," ujar pemimpin redaksi blockchainmedia tersebut.
Sementara, Sekretaris Magister Ilmu Komunikasi USU Syafrudin Pohan mengatakan, kalau ada berita hoax khususnya di media online susah dihapus dan akan meninggalkan jejak yang bisa berdampak buruk kepada masyarakat. Apalagi disebarkan melalui media sosial.
"Untuk itu, hati-hati menggunakan media sosial, apalagi turut menyebar berita hoax karena tidak semua orang memahami tentang undang-undang ITE," ujar Syafrudin.
Sementara, pembanding Daulat Sihombing memaparkan beberapa berita hoax yang menyebar dan memberi dampak buruk. Maka antisipasi yang efektif untuk dilakukan adalah perlunya ketegasan hukum.
"Berita hoax itu bisa sebagai fitnah, pencemaran nama baik dan membuat suatu keonaran. Untuk itu, sangat perlu ketegasan hukum," ujar Ketua Sumut Watch Daulat Sihombing.
Pembanding lainnya, Kristian Silitonga mengatakan, masalah penyebaran hoax saat ini cenderung bernuansa politis. Padahal, itu belum tentu bisa merubah pilihan pada tahun politik seperti sekarang. Bahkan, hoax malah dibalas dengan hoax dan itu menjadi suatu ancaman bagi generasi mendatang.
Sebelumnya, Kabag Humas dan Protokoler Pemko Siantar Hamam Soleh mengatakan, diskusi publik dilaksanakan karena hoax telah menuai kegelisahan di antara banyak kalangan. Sehinggaa diskusi itu dinilai penting dan ke depannya perlu ditindaklanjuti lagi sebagai suatu pembelajaran maupun pemahaman.
Akhir diskusi, moderator Imran Nasution memetik kesimpulan bahwa hoax adalah hal yang serius untuk diantisipasi karena berkaitan dengan perkembangan mental generasi mendatang. Baik melalui ketegasan hukum, keteladanan diri. (D12/q)